0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nasi Glinding, Makanan Tradisional Khas Tepi Benua

Nasi Glinding Mbah Gembrek (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Makanan tradisional ini hanya ada satu-satunya di wilayah tepi benua yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia atau Kecamatan Paranggupito, Wonogiri. Selain kelezatannya, makanan yang boleh dibilang sederhana ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Bahkan makanan khas itu erat kaitannya dengan tradisi Jawa.
Itulah nasi glinding Mbah Gembrek. Disebut nasi glindhing, karena berbentuk bulat. Makanan yang dibungkus daun jati ini tidak setiap hari dijajakan, namun hanya hari pasaran tertentu saja.
Menu yang disajikan berupa nasi yang telah dibulatkan ditambah lauk oseng-oseng, bihun dan pelengkapnya yakni kudapan. Kudapan itu disajikan dicampur dengan taoge mentah.P okoknya dijamin, makanan tradisional ini pasti menggugah rasa lapar kita.
Kearifan lokal ini masih tetap terjaga dan dilestarikan secara turun temurun. Makanan tradisional itu sudah ada sejak tahun 1960. Usaha ini dirintis kali pertama oleh Mbah Surati. Setelah Mbah Surati meninggal dunia, salah anaknya yaitu Mbah Sriyati kemudian meneruskan usaha keluarga ini hingga generasi ketiga, Mbah Tri alias Mbah Gembrek.
“Tidak setiap hari, hanya hari pasaran Paing dan Pon saja saya jual di pasar,” kata  Mbah Gembrek, Sabtu (15/4).
Menurutnya, nasi glinding memiliki sejarah. Dimana nasi bungkus itu dulunya hanya untuk tradisi “Gebrakan” dimana dalam tradisi itu dilakukan ketika anak memasuki usai kelahiran 35 hari, atau masyarakat kerap menyebut Selapanan.
“Kalau saat ini sudah jarang ada warga pakai nasi glinding untuk acara Selapanan. Sehingga nasi glinding ini bisa dibilang makanan tradisional,” katanya.
Sehingga masyarakat Paranggupito yang saat ini sudah menetap ataupun berada di perantauan, pasti akan terngiang akan kenikmatan nasi glinding. Mereka mengaku, jika menikmati nasi glinding seolah-olah akan kembali di masa- masa mereka waktu masih kecil.
Tak heran jika sebelum sampai pasar, dagangan Mbah Gembrek ini laris manis diserbu pembeli. Dalam satu hari pasaran, hampir 150 porsi ludes terjual. Dalam menikmati nasi glinding, tak lengkap rasanya jika tanpa teh panas manis, lauk tahu dan tempe bacem.
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge