0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

KPK Menduga Ada Marketing Fee ke Petinggi Perusahaan Kapal

(merdeka.com)

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan dari Direktur Utama PT PAL Firmansyah Arifin. Hal itu terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap sejumlah petinggi perusahaan industri kapal PT PAL.

“Laporan sementara menyebutkan bahwa Filipina membeli kapal dari kita lalu ada yang memasarkan, ada ‘marketing fee’-nya, kemudian ‘marketing fee’ itu saya perlu klarifikasi,” kata ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Jumat (31/3).

Pada Kamis (30/3) KPK melakukan OTT terhadap 17 orang dari PT PAL dan swasta di Jakarta dan Surabaya.

“Baru siang ini dilakukan ekspose (gelar perkara). Jadi saya masih menunggu, kabar sementara dari ‘marketing fee’ itu ada ‘kick back’ (imbalan) ke pejabat kita. Tapi siapa, kita belum tahu,” tambah Agus.

Dia juga masih menunggu laporan barang bukti yang akan disampaikan penyelidik dan penyidik KPK. Mereka punya waktu 1X24 jam sebelum menetapkan status 17 orang yang diamankan tersebut.

“Status pihak yang dibawa dalam OTT tersebut akan ditentukan maksimal 24 jam sejak penangkapan. Sekitar sore ini akan disampaikan hasilnya pada publik,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Berdasarkan penelusuran, PT PAL Indonesia mendapat pesanan dari Kementerian Pertahanan Filipina berupa kapal perang. Filipina telah memesan dua unit kapal berjenis Strategic Sealift Vessel (SSV), kapal kedua yang dipesan akan dikirim Maret 2017.

[ian]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge