0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Overdosis Obat Penurun Gula Darah, Waldjinah Drop

Waldjinah sempat dirawat di rumah sakit (dok.timlo.net/indira)

Solo – Sempat drop lantaran overdosis obat penurun gula darah, kini kondisi maestro keroncong asal Kota Bengawan, Waldjinah sudah membaik. Setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS Kasih Ibu, Solo sejak Selasa (21/2) lalu. Lantaran gula darah drop dari 357 menjadi 70.

“Ibu keluar dari RS kemarin Rabu (22/2) pukul 17.00 WIB. Kemarin itu sempat drop karena mengosumsi obat penurun gula darah melebihi dosis empat hari terakhir,” beber putra keempat Waldjinah, Ari Mulyono, saat ditemui wartawan di kediamannya di Jl Parang Cantel No.31 RT04/ RW02, Mangkuyudan, Solo, Kamis (23/2).

Diceritakan lebih lanjut, pada hari Jumat (17/2) lalu maestro keroncong yang memasuki usia 71 tahun itu hendak memeriksakan gigi palsunya yang lepas di sebuah klinik gigi dan mulut. Ketika itu, penasaran ingin mengecek kolestrol dan gula darah sembari menunggu antrean di apotek tak jauh dari rumahnya.

Lha pas cek itu hasilnya kolestrol normal tapi gula darah tinggi, 375 kalo nggak salah. Ya aku kaget dan takut to mbak, gek bar mangan opo kok duwur men? Terus beli obat itu (penurun gula darah). Pengen cepet sembuh ya tak minum 2-3 kali sehari, wong yo obate cilik. Malah drop,” beber Waldjinah sembari mengingat sebelum kejadian dirinya sempat pingsan dan dilarikan ke RS.

Akibat kelalaian tersebut, Waldjinah pingsan dan mendapat asupan serta infus khusus agar gula darah kembali normal selama satu hari dirawat oleh Dokter Hendrato di RS Kasih Ibu.

“Sekarang sudah mendekati 90 mendekati normal 110. Selasa besok chek up lagi sampai benar-benar aman. Sekarang asupan makanan harus diawasi agar gula darah tercukupi,” tandasnya.

 

 

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge