0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gunungan Kue Kranjang Bakal Dikawal Ketat

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2017, Wahyu Sugiarto (kiri) dan Wakil Ketua Grebeg Sudiro 2017, Angga Indrawan (kanan) saat jumpa pers di Aula Kelurahan Sudiroprajan, Selasa (17/1). (timlo.net/indira jayendra iswari)

Solo — Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2017, Minggu (22/1) mendatang. Pihak panitia menggandeng Pramuka dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pagar Nusa. Hal ini guna membantu pengamanan mengantisipasi ricuhnya rayahan atau memperebutkan gunungan kue kranjang hingga ke garis finish

“Total ada 14 jodang, dua diantaranya berbentuk menyerupai Tugu Jam Pasar Gede dan Pagoda Horyuji Temple yang akan diperebutkan masyarakat di kawasan Pasar Gede. Agar sampai di finish dengan utuh, pasukan pramuka dan Pagar Nusa akan membuat pagar betis di sepanjang rute karnaval,” jelas Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2017, Wahyu Sugiarto saat jumpa pers di Aula Kelurahan Sudiroprajan, Selasa (17/1).

Rute yang dipilih sama seperti tahun sebelumnya. Yakni mulai dari Pasar Gedhe-Balai Kota Solo-Gladag-Jl Mayor Sunaryo-Loji Wetan-Ketandan-Kelurahan Sudiroprajan-Jl Tjut Nyak Dien-Jl Ir Juanda-Jl Urip Sumoharjo-Warung Pelem. Kemudian finish kembali ke Pasar Gede sekitar pukul 17.00 WIB.

Disinggung mengenai pemilihan dua karakter gunungan atau jodang utama, pihaknya mengaku, ingin mempresentasikan akulturasi dua budaya melalui replika Tugu Jam Pasar Gedhe dan Pagoda Horyuji Temple.

“Selain gunungan kue kranjang, turut diarak pula potensi warga Sudiroprajan. Yang diwujudkan berupa jodang berisi bakpao, gembukan, janggelut, onde-onde,” bebernya.

Serta 50 peserta potensi seni. Meliputi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di wilayah Sudiroprajan. Serta beberapa pengisi barongsai, reog, dan 12 shio yang turut karnaval.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge