0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bawa Sangkur dan Palu, Seorang Bonek Diamankan Polisi

Ratusan Bonek diturunkan dan diperiksa identitasnya (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Polres Sragen terpaksa mengamankan seorang bondo nekat (Bonek) dari Surabaya lantaran kedapatan membawa senjata tajam dan palu. Hal ini diketahui setelah polisi menghentikan rombongan bonek yang sedang melintas di wilayah Sragen tersebut dan memeriksa barang bawaan mereka.

“Tadi ada satu orang yang membawa senjata tajam berupa sangkur dan palu atau martil. Sudah kita sita dan amankan di Polsek Ngrampal,” kata Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso, Jumat (6/1).

Bonek yang membawa sajam jenis sangkur tersebut bernama Baharudin Akbar (18), seorang pelajar Madarasah Aliyah Alfudo Porong, warga Desa Duwet Kenongo RT 14, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jatim.

Akbar bersama puluhan Bonek lainnya menumpang sebuah truk dalam perjalanan menuju Bandung. Tetapi saat tiba di Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, tepatnya di depan Rumah Sakit Bersalin Pratama Bunda rombongan mereka dihentikan polisi.

Saat diperiksa identitas dan barang bawaan mereka, seorang diantaranya membawa sangkur, palu dan obeng. Polisi pun kemudian mengamankan Akbar beserta barang buktinya di Polsek Ngrampal untuk diperiksa secara intensif.

Sementara itu kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti menyampaikan data sementara dari 96 Bonek yang sudah diperiksa, hanya 23 orang yang membawa Identitas.

Dia Menyampaikan jumlah bonek bisa jauh lebih besar, hanya saja mereka terbagi selain lewat jalur Solo, ada pula yang lewat jalur Pantura dan menggunakan kereta api menuju Bandung.

”Intinya kami antisipasi agar tidak ada pelanggaran hukum, selain itu antisipasi juga kemungkinan aksi yang meresahkan,” jelas Erna.

Rencananya para bonek ini akan memberi dukungan Persebaya dakam Konggres PSSI yang digelar di Bandung, Minggu (8/1) mendatang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge