0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Doa Belum Selesai, Gunungan Sekaten Ludes

Warga berebut gunungan sekaten (foto: Indira)

Solo – Ribuan warga Solo dan sekitarnya tampak menyemut di halaman Masjid Agung Keraton Surakarta untuk berebut dua pasang gunungan Sekaten, Senin (12/12). Acara tahunan tersebut sebagai tanda puncak Sekaten dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau Garebeg Maulid yang digelar Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pantauan Timlo.net, sejak sekitar pukul 09.00 WIB ribuan warga telah memadati depan Keraton, Alun-Alun Utara, hingga Masjid Agung. Warga menanti dua macam gunungan yang dikeluarkan keraton untuk diperebutkan. Yakni Gunungan Jaler (laki-laki) dan Gunungan Estri (perempuan).

Bahkan warga sekitar Solo juga turut datang dari berbagai daerah, seperti Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Semarang.

“Acara ini untuk memperingati hari lahirnya Muhammad SAW yang disimbolkan dengan gunungan,” jelas Pengageng Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Puger saat dijumpai wartawan disela-sela acara.

Sesampainya di halaman masjid sekitar pukul 11.00 WIB gunungan dijajarkan untuk didoakan oleh ulama keraton. Namun, belum usai didoakan, ribuan warga mulai berebut isi gunungan. Dua pasang gunungan pun ludes dalam waktu beberapa menit.

“Saya mendapatkan bambu dan daun pisang. Nantinya bambu tersebut akan ditancapkan di ladang. Kalau daun pisang untuk pakan ternak agar sehat dan sukses ternaknya,” ujar salah seorang warga asal Boyolali, Sri Puji Lestari yang ikut berebut.

Salah seorang warga asal Ponorogo, rela mengais makanan hasil rayahan tersebut yang dapat menyuburkan pertanian dan memberi berkah.

“Tadi umpek-umpekan, saya hanya kebagian remukan rengginang dan ketan di lantai,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge