0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pelaku Bisnis Kawasan Gatsu Kritisi Sistem Parkir Paralel

Sosialisasi parkir paralel di Dishubkominfo Solo (dok.timlo.net/Indira Jayendra Iswari )

Solo — Pelaku bisnis di kawasan Jl Gatot Subroto (Gatsu) Solo mengritik rencana penertiban lahan parkir yang dinilai mampu mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Nonongan, Coyudan, Singosaren, dan Pasar Pon. Hal tersebut lantaran mereka merasa dirugikan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terkait sistem parkir paralel untuk roda empat.

“Kalau saya tidak setuju, karena parkir paralel akan mengurangi slot parkir mobil. Nanti pelanggan pada lari karena parkirnya jauh. Apalagi Gatsu jarang macet, apa ya perlu dibuat paralel juga seperti Coyudan yang jelas-jelas macet,” tandas perwakilan Toko Mac Mohan, Dhanang dalam sosialisasi penertiban lahan parkir di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Kamis (8/12).

Senada, salah satu perwakilan Toko Imperial, Jenny meminta pihak Dishubkominfo meninjau ulang rencana penataan lahan parkir tersebut. Pasalnya, pelanggan banyak mengeluhkan kurangnya lahan parkir di kawasan Gatsu karena banyaknya  PKL dan becak yang mangkal.

“Sebelum koridor Gatsu dibangun kan banyak PKL dan becak yang mangkal, konsumen banyak yang mengeluh. Lha, ini malah mau dibuat paralel. Bakal makin sulit cari tempat parkir belum lagi pengemudi yang belum mahir nyetir,” keluhnya.

Menanggapi kritikan tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Dishubkominfo Solo, M Usman akan menampung kritik dan masukan para pelaku bisnis. Hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi sebelum rencana penataan lahan parkir tersebut dijalankan.

“Akan ada evaluasi kalau perubahan ini dirasa kurang efektif. Pemkot tidak mungkin membuat kebijakan yang menggangu perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Terkait keluhan PKL dan parkir becak, pihaknya telah merelokasi PKL dan menyiapkan lahan parkir khusus becak. Yakni di bagian timur Singosaren Plaza dengan panjang 6 meter dan di depan Danar Hadi maksimal lima becak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge