0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karakter James Bond Jiplakan Sang Penulis Dari Karya Gurunya?

Dok: Timlo.net/ DailyMail.
Phyllis Bottome. (Dok: Timlo.net/ DailyMail.)

Timlo.net—Dari Pussy Galore hingga Vesper Lynd, James Bond dikenal sebagai pria yang pandai memikat wanita. Walaupun interaksi agen 007 itu biasanya lebih berupa hubungan badan dibandingkan kisah cinta, sepertinya seorang wanita memegang peranan penting di balik terciptakan karakter agen mata-mata ini.

Sebuah program radio BBC menyatakan jika Ian Fleming, penulis novel James Bond menciptakan karakter itu berdasarkan karakter dalam novel mendiang mentornya, Phyllis Bottome. Phyllis merupakan sosok mentor yang mendorong Ian untuk menulis. Pada 1947, wanita itu menerbitkan novelnya yang berjudul “The Lifeline”. Novel itu berkisah tentang petualangan agen mata-mata Inggris bernama Mark Chalmers.

Enam tahun kemudian, Ian menerbitkan novel pertama tentang James Bond, “Casino Royale”. Novel ini diangkat ke layar lebar pada 2006 diperankan oleh Daniel Craig.

Kesamaan antara karakter dalam novel Phyliss dan James Bond begitu banyak hingga komedian Miles Jupp menciptakan acara “The Woman Who Invented James Bond?” dalam program Radio 4, BBC. Dia berkata jika penulis novel mata-mata Nigel West menggambarkan hubungan di antara dua novelis itu sebagai pencuri dan korbannya.

Dalam novel “The Lifeline”, Mark dikirim ke luar negeri sebagai mata-mata oleh kepala dinas rahasia yang dikenal sebagai B. Tinggi, warna rambut, selera makanan dan anggur dan keahlian dalam berolahraga di antara James Bond dan Mark sangat serupa.

Menulis dalam Radio Times, Miles menambahkan: “Mereka masing-masing menjalani pendidikan yang sama, keduanya menerima pukulan yang keji dan lalu berhalusinasi.”

Phyllis dan suaminya Erna Forbes Dennis mengelola sekolah ski di Kitzbuhel, Autria. Ian suatu saat berkunjung ke sekolah itu. Persahabatan pun terbentuk di antara ketiganya. Ian lantas menulis cerita pendek pertamanya berjudul “Death on Two Occasions” untuk Phyllis. Ian sendiri meninggal pada 1964 di usia 56 tahun, setahun setelah Phyllis meninggal di usia 79 tahun.

Pam Hirsch, penulis biografi Phyllis berkata: “Mereka mencintainya seperti seorang anak. Kemampuannya (Phyllis) sebagai penulis bestseller, kualitas menulis buku menarik, saya pikir dia (Ian) belajar itu darinya (Phyllis).”

Akan tetapi penulis biografi Ian, John Pearson tidak yakin, “The Lifeline dan Casino Royale adalah dua novel berbeda.”

Tapi kritikus Simon Winder berkata kepada program acara itu, “Phyllis Bottome jelas-jelas memiliki keterlibatan yang penting. Dia jelas-jelas ditinggalkan.”

Sumber: Daily Mail.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge