0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sahabat Kapas Ajak Masyarakat Rangkul Anak dengan HIV/AIDS

timlo.net/indira jayendra iswari
Koordintor Youth Center Pilar PKBI Cabang Solo, Ayu Khoirotul Umaroh (timlo.net/indira jayendra iswari)

Karanganyar — Sahabat Kapas dan Youth Center Pilar PKBI Cabang Surakarta turut memperingati hari AIDS Sedunia dengan kegiatan diskusi. Mengusung bertema Mengenal Lebih Dekat HIV/AIDS di kantor sekretariat Sahabat Kapas, Jl Jambu II No 36 Pondok Tohudan Colomadu, Kamis (1/12).

“Pengenalan tentang HIV/AIDS sangat dibutuhkan publik agar kita memiliki kesadaran untuk diri sendiri sehingga dapat mencegah penyebaran HIV/AIDS. Selanjutnya kita bisa mencegah diskriminasi dan stigma pada penderita HIV/AIDS,” jelas koordintor Youth Center Pilar PKBI Cabang Solo, Ayu Khoirotul Umaroh selaku narasumber diskusi.

Mengkritisi mitos terkait penularan HIV yang masih dipahami masyarakat. Ayu menjelaskan penularan HIV adalah ESSE yakni exit (pengeluarannya), survive (kondisi hidup virus), sufficient (jumlah virusnya), dan enter (proses masuknya virus).

“Tapi masyarakat masih banyak juga yang percaya bahwa HIV/AIDS dapat menular dengan bersalaman, berpelukan, tinggal satu rumah, dll. Mitos yang diyakini masyarakat ini menjadi awal berbagai bentuk diskriminasi pada penderita HIV/AIDS,” tandasnya.

Senada, Manager Kantor Yayasan Kapas, Febi Dwi Setianingsih mengatakan. Minimnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS sedikit banyak mempengaruhi cara seseorang dalam memperlakukan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penting bagi generasi muda untuk tahu dan paham mengenai HIV/AIDS, termasuk cara yang tepat dalam bersikap dan memperlakukan ODHA tanpa diskriminasi.

“Melalui diskusi rutin yang bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia ini. Kami merekomendasikan setiap pihak untuk ikut menularkan informasi yang benar tentang HIV/AIDS. Sekaligus menggalang dukungan untuk mengurangi diskriminasi terhadap anak penderita HIV/AIDS (ADHA) agar dapat tumbuh dan berkembang layaknya anak umum lainnya,” tegasnya.

Diskusi ini, diikuti sebanyak 20 peserta terdiri dari komunitas pendamping anak, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge