0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penertiban Truk Galian C Tak Hanya Tanggungjawab Dishub

timlo.net/aditya wijaya
Petugas Dinas Perhubungan Klaten menjaring truk galian golongan C yang nekat melintasi jalur ilegal (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jaka Sawaldi mendorong penertiban angkutan bermuatan pasir dan batu alias galian C dari lereng Merapi tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinas Perhubungan (Dishub), tapi semua pihak. Ia menilai, peran serta pejabat kecamatan dan desa untuk penertiban tersebut masih kurang optimal.

”Kalau Dishub saja enggak mungkin. Kan masih ada Camat, Polsek dan Danramil untuk pengamanan jalur-jalur tikus yang dilalui angkutan galian C. Tapi untuk aparat di wilayah seolah bukan kewenangan mereka, bisa dibilang lepas tangan. Padahal dia juga melihat tapi enggak berusaha untuk menertibkan atau lapor aparat terkait,” ujar Sekda Klaten, Jaka Sawaldi, Kamis (1/12).

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub Klaten, Wagiyo Gambir mengungkapkan, tiap hari ada 1.051 truk yang melintas di jalur resmi galian C. Jumlah itu belum termasuk truk yang melintas di jalur tikus guna menghindari petugas.

Sebaliknya, Pos Pengendalian Angkutan Galian Golongan C berada di dua titik, yakni di Dukuh Mipitan, Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo. Masing-masing pos tersebut dijaga 12 personel Dishub selama pukul 07.00-16.00 WIB.

“Kami rutin melakukan operasi penertiban angkutan di beberapa titik secara acak. Namun ada masyarakat yang tidak pro (penertiban) memberi kode jari ke sopir truk pasir ataupun melalui pesan singkat.  Akhirnya mereka lolos menggunakan jalur tikus. Padahal rute itu (jalur tikus) lebih panjang daripada jalur resmi,” ungkap Wagiyo Gambir usai Forum Lalu Lintas Jalan (FLLAJ)  di Kantor Bupati Klaten, Kamis (1/12).

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge