0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Shelter Sriwedari Ditinggalkan Pemiliknya

foto: Rosyid
Deretan Shelter Sriwedari belum ditempati pemiliknya meski sudah boleh digunakan, Sabtu (12/11). Para PKL menunggu peresmian dari Pemerintah Kota sebelum mulai berjualan di shelter tersebut. (foto: Rosyid)

Solo — Puluhan shelter PKL di Sriwedari nganggur karena tidak digunakan pemiliknya sejak dibuka Jumat (18/11) lalu. Dari 60 shelter yang ada, hanya 15-20 unit yang dipakai berjualan setiap hari. Padahal shelter tersebut telah dibagikan pada PKL eks City Walk.

“Kebanyakan nggak mau jualan karena sepi,” kata salah satu pedagang, Warsono, Kamis (1/12).

Shelter Sriwedari sempat ramai saat shelter bantuan dari salah satu bank itu diresmikan. Namun esok harinya, para PKL tidak lagi berjualan dengan alasan sepi pengunjung. Akses menuju shelter dan promosi dirasa kurang memadai. Pemasangan spanduk di gapura belakang Sriwedari paling Barat tak cukup untuk menarik pengunjung.

Menurut Warsono, beberapa PKL cukup beruntung karena sudah memiliki pelanggan tetap. Sehingga meski mereka pindah ke lokasi baru di Shelter Sriwedari, pelanggan mereka tetap mengikuti. Mereka yang beruntung kebanyakan berasal dari City Walk di kawasan Sriwedari sehingga pelanggan tak perlu terlalu jauh mencari.

“Kalau yang dari Purwosari atau Gendengan kebanyakan ya sepi,” kata dia.

Sebagai informasi, shelter Sriwedari merupakan shelter untuk PKL Gerobak Kuning yang tadinya berjualan di City Walk Sriwedari hingga Purwosari. Mereka direlokasi karena dianggap mengotori city walk dan mengganggu kenyamanan para pejalan kaki. Selama menunggu shelter dibangun, para PKL berjualan di tempat-tempat lain. Mereka membuka warung di pinggir jalan, menyewa kios, atau warung di berbagai lokasi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge