0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswa UNS Lolos Program Hibah Bina Desa

dok.timlo.net/tyo eka
Mahasiswa FP UNS lolos PHBD (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil lolos dalam Program Hibah Bina Desa (PHBD) tahun 2016. PHBD tersebut diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti.

Mahasiswa Prodi PKP FP UNS yang terlibat dalam pembuatan proposal ini yaitu Atikah Habibtullah sebagai ketua, Mega Shintya Andriyani, Siti Nur Astuti, Sindi Pembayuning, Ratih Rahmawati dan Tri Sujatmiko dengan didampingi dosen pembimbing yakni Dr Suminah MSi.

“Dari 2.674 proposal yang masuk, terdapat 120 proposal yang lolos dan salah satunya adalah proposal kami,” kata Atikah kepada wartawan, di Rektorat UNS, Kamis (1/12).

Atikah mengatakan, proposal ini mengangkat judul Optimalisasi Pemanfaatan Empon-Empon Melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Desa Miri, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

“Berbekal ilmu yang telah didapatkan saat di kelas maupun di lapangan dan dengan diberikannya dana hibah desa oleh Dikti, kami dapat memaksimalkan peran kami sebagai mahasiswa pertanian dengan tujuan membuat desa Miri menjadi desa yang mandiri dan menaikkan tingkat pendapatan rumah tangga bagi wanita tani,“ jelas Atikah.

Atikah mengatakan, empon-empon yang awalnya hanya dijual dalam bentuk jamu gendong atau tanamah segar pasca panen. Saat ini telah diolah menjadi aneka jamu instan. “Proses produksi yang masih manual serta pengemasan yang masih sangat sederhana adalah kendala yang dialami wanita tani di Desa Miri,” ungkapnya.

Berkat  PHBD, menurut Atikah, FP UNS dapat membantu meningkatkan proses produksi jamu instan melalui introduksi mesin pengaduk serbaguna, selain itu dilakukan pula pelatihan dalam upaya penguatan kelompok seperti manajemen kelompok dan motivasi usaha, analisis usaha dan pembukuan serta pengemasan dan pengolahan empon-empon.

“Pembuatan kemasan yang marketable, serta penambahan jaringan pasar melalui hik atau angkringan dan toko oleh-oleh di Solo adalah upaya yang sedang dijalankan,” jelasnya.

Lebih jauh Atikah mengemukakan, hasil program menunjukkan setelah introduksi mesin terjadi peningkatan kapasitas produksi kelompok tani dari 20 kg/produksi menjadi 50 kg/produksi, kemasan menjadi lebih marketable, pasar produk bertambah dengan terjalinnya kemitraan dengan asosiasi pedagang hik Soloraya. “Serta saat ini sedang proses pengurusan izin BPOM dan pelibatan 20 anggota baru,” ungkapnya.

Rasa kepedulian dan ketulusan mahasiswa Prodi PKP FP UNS terhadap desa yang sekarang menjadi desa mitra itu membuat proses yang panjang dan melelahkan menjadi terbayar dengan senyum bahagia warga Desa Miri karena semangat para wanita tani ditunjang oleh alat dan ilmu berkat program PHBD ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge