0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebanjiran, 650 Warga Sragen Menolak Diungsikan

dok.timlo.net/agung widodo
Bupati Yuni bersama Wabup Dedy Endriyatno serta Forkopimda meninjau di sejumlah desa yang terkena banjir dengan menaiki perahu karet (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sekitar 650 jiwa di dua dukuh, Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen menolak untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Padahal daerah tersebut sudah dua hari terakhir ini dilanda banjir dan puluhan rumah terendam.

“Mereka yang tak mau mengungsi ada di dua dukuh, tapi tak jadi masalah. Karena  makanan, air bersih maupun obat-obatan, tetap akan dikirim dengan perahu yang telah di sediakan posko banjir,” kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Rabu (30/11).

Di sela-sela mengecek para korban banjir di Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo bersama Forkopimda, Bupati Yuni mengungkapkan, memang ada 650 jiwa yang memilih tetap bertahan di rumah mereka meski terkena banjir. Namun tidak semua rumah terkena banjir, hanya saja luapan air dari Sungai Bengawan Solo tersebut menggenangi jalan-jalan.

Bupati Yuni mengimbau agar warga tetap waspada terhadap adanya banjir susulan. Mengingat saat ini curah hujan masih tinggi.

Dijelaskan Bupati Yuni, saat ini seluruh camat telah diperintahkan untuk mendata wilayahnya yang menjadi korban banjir. Dengan data tersebut bisa memudahkan dalam mendistribusikan bantuan baik makanan, obat-obatan maupun kebutuhan lainnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge