0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelola Jaladara, Pemkot bakal Rekrut Pensiunan PT KAI

foto: Rosyid
​Lokomotif uap D52099 yang diangkut dari Taman Mini Indonesia Indah. Lokomotif yang yang dibuat tahun 1950 itu rencananya akan digunakan untuk menarik rangkaian kereta Jaladara sebagai lokomtif pendamping.​ (foto: Rosyid)

Solo — Pengelolaan Sepur Kluthuk Jaladara bakal diambil alih Pemerintah Kota Solo menyusul pengiriman lokomotif tambahan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Meski masih dalam tataran wacana, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo berencana merekrut tenaga khusus untuk mengoperasikan kereta wisata itu.

“Kita akan merekrut teknisi dan masinis untuk mengoperasikan Jaladara,” kata Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Sudrajat, Senin (21/11).

Sepur Kluthuk Jaladara dioperasikan oleh pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) baik yang masih berstatus pegawai aktif maupun pensiunan. Sedangkan perbaikan dan perawatan biasanya mendatangkan teknisi dari Museum Kereta Api Ambarawa.

“Nanti yang kita rekrut ya dari pensiunan itu. Yang paham tentang kereta uap,” kata dia.

Selama ini Sepur Kluthuk Jaladara dikelola bersama oleh PT KAI dan Pemkot Solo. Pemkot membayar sebesar Rp 800 juta per tahun kepada PT KAI untuk mengoperasikan kereta uap berusia uzur itu. Wacana pengambilalihan ini sendiri belum dibicarakan dengan pihak PT KAI.

“Kita akan bicarakan dengan PT KAI. Nanti kita buat MoU (memorandum of understanding),” kata dia.

Sementara itu, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo membenarkan rencana pengambilalihan tersebut. Wacana itu bahkan disebut-sebut berasal dari Kementerian Perhubungan.

“Memang arahan dari Kemenhub kemarin agar dikelola Pemkot saja,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge