0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemenpar Menjaring Wisman di Farmers Santa Parade 2016

dok.timlo.net/gg
Menteri Pariwisata Arief Yahya (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Kemenpar bakal tampil atraktif di Farmers Santa Parade 2016, yang bakal digelar  di Selandia Baru, 27 November 2016, mendatang. Ini menindaklanjuti instruksi Menpar Arief Yahya agar jangan lagi membuat event seperti festival sendiri. Tetapi ikut bersama di event yang sudah establish di luar negeri.

“Jadi sudah pasti banyak mengumpulkan orang, karena sudah menjadi event tahunan,” kata Menpar Arief Yahya.

Ini juga yang sering disebut Menteri Arief Yahya sebagai konsep menjaring di kolam yang banyak ikannya. Memasarkan destinasi wisata Indonesia di event yang sudah pasti banyak orangnya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana langsung menyerjemahkan di New Zealand. Wonderful Indonesia akan menampilkan seluruh keindahan destinasi tanah air dengan berbagai media promosi, diantaranya adalah Balon Raksasa, Bendera, dan Spanduk yang paling banyak dilihat orang di venue.

”Ribuan manusia akan hadir menikmati parade dan ini momentum yang tepat untuk kita berpromosi. Ini adalah parade terbesar di negara mereka dan dilakukan dengan arak-arakan, kita akan ikut ambil bagian dengan menggunakan tema parade Kapal Phinisi, selain akan mempromosikan budaya dan destinasi baru kita, Kemenpar juga akan menginformasikan Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi Selandia Baru di parade tersebut,” ujar Pitana.

Farmers Santa Parade 2016 adalah acara tahunan yang spektakuler yang melibatkan ribuan orang untuk merayakan Natal dengan perhelatan Parade. Para masyarakat di Selandia Baru berduyun-duyun ke rute parade yang rencananya akan ditempuh sepanjang 2,2 kilometer dari Federal Street di depan Aotea Center dan akan berakhir pada Albert Street, Selandia Baru.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, akan ada setidaknya 33 balon raksasa yang berasal lebih dari 200 peserta dan 4.000 relawan, parade tahun 2016 ini panitia pelaksana rencananya akan mengisi dengan 1.500 kostum fantastis. Parade ini sudah dilakukan selama lebih dari 80 tahun tepatnya sejak tahun 1934.

”Di acara tersebut juga akan ada konser band dan pagelaran hiburan. Jadi dipastikan semua masyarakat Selandia Baru akan berkumpul di acara tersebut. Ini akan bermanfaat untuk Indonesia, karena Selandia Baru merupakan pasar potensial yang harus kita tangani,” ujar I Gde Pitana.

Saat ini, Selandia Baru masih dianggap sebagai pasar potensial. Belum pasar utama. Target pasar Selandia Baru masih menyatu dengan Australia. Sekedar gambaran, pada 2015, wisman Australia yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1.026.239 orang. Setelah promosi gencar, pada 2016 Kemenpar bisa meningkatkan angka kunjungan hingga 1.400.000 orang.

“Selandia Baru adalah negara yang maju dengan kesejahteraan masyarakat yang tinggi. Jumlah outbond-nya melebihi jumlah penduduk, tetapi yang ke Indonesia baru sekitar 33.000 orang. Jadi kita sedang berusaha menarik mereka untuk berkunjung ke Indonesia,” kata Pitana.

Pitana menambahkan, dalam World Economic Forum (WEF) salah satu pilar penting untuk memperbanyak kunjungan adalah International Openess. Menderegulasi wisman untuk masuk ke tanah air.

“Setelah masuk dengan mudah, mereka akan membelanjakan budgetnya dengan mudah, sehingga akan berdampak kepada perekonomiam masyarakat kita,” kata Pitana.

Selain bebas Visa, Indonesia juga punya keunggulan yang bisa ditawarkan kepada wisatawan Selandia Baru. Yakni kemudahan atau deregulasi Yacht sudah dilakukan oleh Tim Percepatan Wisata Bahari. Salah satu sukses yang dilakukan Kemenpar adalah deregulasi CAIT, untuk izin masuk yacht ke perairan Indonesia. Kini ijin masuk ke Indonesia cukup 3 jam sudah beres.

Wisata bahari dengan perahu yacht, selama ini masih dianggap sebagai pasar yang seksi. Potensi pemasukan devisanya sangat besar dan menantang. Dari data Kemenpar, cost belanja wisatawan yacht per hari rata-rata US$ 500-US$ 1.000. Dan lama singgahnya, bisa mencapai satu bulan. Sebagai negara bahari, Indonesia dihiasi lebih dari 17.000 pulau.

Garis pantainya mencapai 80 ribu km. Dan Indonesia, memiliki sekitar 50.875 km2 terumbu karang. Jumlah ini setara dengan 51 persen persen dari terumbu karang di wilayah Selatan Timur Asia dan 18 persen (284.300 km2) dari terumbu karang di dunia. Dengan potensi sedahsyat itu, Indonesia pun langsung dinobatkan menjadi jantung dari segitiga karang dunia (coral triangle). Pada 2015 silam, CNN Internasional menempatkan Raja Ampat sebagai peringkat satu, lalu Labuan Bajo peringkat dua dunia untuk kategori snorkeling site dunia.(*/adv)

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge