0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

80 Penderita AIDS Meninggal Dunia

Ilustrasi HIV/AIDS (dok.timlo.net/red)

Boyolali — Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Boyolali tercatat ada 310 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 penderita meninggal dunia dalam kurun waktu tahun 2005 hingga Juni 2016. Sementara untuk menekan peredaran HIV/AIDS, Boyolali membentuk Kelompok Kerja (Pokja ) Penangulangan HIV/AIDS tingkat kecamatan.

“Penderita yang meninggal dunia karena kondisinya sudah melemah dan tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Titiek  Sumartini, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Boyoali, di aula Wijaya Kusuma, Komplek Setda Boyolali, Selasa (15/11).

Saat ini, lanjutnya, jumlah penderita  HIV/ AIDS paling tinggi di Kecamatan Boyolali Kota yang mencapai 29 pasien, Kecamatan Ampel dengan  25 pasien, disusul Kecamatan Mojosongo dan Banyudono masing-masing terdapat 19 penderita. Sedangkan paling sedikit di Kecamatan Selo sebanyak 2 penderita.

“Mayoritas penderita HIV/AIDS adalah kaum laki- laki, yakni sebanyak  61 persen dan sisanya 39 persen perempuan,” tambahnya.

Sementara itu, pihaknya meminta penderita HIV/AIDS untuk rutin memeriksakan kesehatanya. Layanan pemeriksaan bisa dilakukan di RSU Pandan Arang, Puskesmas I Boyolali, Puskesmas 1 Banyudono,RSU Andong, RSU Simo dan Puskesmas Ngemplak. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah memberikan pandangan negatif dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Deangan HIV/AIDS). Hal itu, justru akan membuat penderita terasing dan dikucilkan masyarakat.

“HIV memang penyakit menular, tapi penularanya lewat hubungan seksual,” imbuhnya.

Terkait dengan pembentukan Pokja HIV/AIDS di tingkat kecamatan, bertujuan membangun sikap agar tidak memandang negarif penderita HIV/AIDS di masyarakat. Petugas pokja juga berperan dalam merespon dan membangun sistem rujukan layanan dasar pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Nanti di tiap kecamatan ada pokjanya, semua berperan menekan angka kematian penderita HIV/ AIDS,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge