0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir Bandang Karawang, Tujuh Kecamatan Terendam

dok.merdeka.com
Banjir bandang landa Karawang (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Hari kedua bencana banjir terdampak luapan tiga aliran sungai di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir terus meluas dari sebelumnya terjadi di empat kecamatan, saat ini menjadi tujuh kecamatan.

Tujuh kecamatan yang tergenang saat ini ialah Kecamatan Teluk Jambe Barat dan Teluk Jambe Timur, Karawang Barat dan Karawang Timur, Kecamatan Batu Jaya dan Pakis Jaya serta Kecamatan Cilamaya.

Selain Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, luapan juga terjadi dari sungai Cilamaya. Itu terjadi karena aliran sungai tidak bisa menampung debit air dengan volume yang terus meninggi.

Dalam musibah banjir di Kabupaten Karawang, sedikitnya enam ribu warga terpaksa harus mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap aman dari banjir. Seperti mendirikan tenda-tenda darurat di pinggir jalan hingga menempati rumah ibadah serta kantor pemerintah.

Keberadaan korban banjir cukup memprihatinkan mengingat di sejumlah titik mereka belum tersentuh bantuan. Seperti di wilayah Karawang Barat, mereka saat ini membutuhkan makanan siap saji, dan pakaian, selimut serta susu bagi balita.

“Kalau bantuan ke sini belum ada, apalagi posko yang bisa menjamin ketersediaan makanan dan kesehatan bagi kami di sini,” kata salah seorang korban banjir, Ali, Selasa (15/11).

Banjir saat ini masih menggenangi permukiman dan perumahan dengan ketinggian 1 meter, bahkan di sejumlah lokasi mencapai 2 meter seperti di sekitar bantaran sungai Citarum.

“Mudah-mudahan, kami semua berharap banjirnya segera surut, cuaca segera membaik,” ujar Ali.

Sedangkan di tengah bencana banjir yang melanda, dikabarkan Bupati Karawang Cellica Nurachadiana sedang tidak ada di daerahnya. Dari informasi yang berkembang, dia tengah melakukan perjalanan untuk mengikuti salah satu kegiatan di Italia.

Banjir di Kabupaten Karawang terjadi sejak Minggu malam dan puncaknya Senin 14 November 2016 kemarin. Sungai Citarum dan Cibeet serta sungai Cilamaya meluap masuk ke permukiman warga.

Belum diketahui secara pasti total kerugian atas bencana tahunan tersebut. Namun ditaksir bisa mencapai miliaran rupiah. [dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge