0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Membahayakan, Talud Kali Boro Langsung Ditangani

dok.timlo.net/ichsan rosyid
​Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo bersama Kepala Seksi Drainase DPU Solo, Arief Nurhadi memantau​ pelaksanaan gotong royong penanganan bencana talud ambrol di Kali Boro, Sabtu (12/11) (dok.timlo.net/ichsan rosyid )

Solo — Talud Kali Boro yang ambrol Rabu (9/11) lalu langsung ditangani Pemerintah Kota Solo. Perbaikan dilaksanakan secara gotong royong melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perum Jasa Tirta, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), TNI, Kepolisian, dan warga.

“Ini sifatnya penanganan darurat. Nanti perbaikan totalnya tahun depan,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo ketika ditemui di lokasi, Sabtu (12/11).

Penangan sementara dilakukan dengan membuat keranjang atau bronjong dari kawat yang disandarkan ke dinding talud. Bronjong tersebut kemudian dipenuhi dengan batu seukuran kelapa. Setelah penuh, karung-karung berisi pasir (sandbag) kemudian diletakkan di atas bronjong itu. Metode ini diklaim bakal kuat menahan beban tanah dan arus sungai hingga beberapa bulan mendatang.

Walikota menambahkan, penanganan darurat talud sepanjang 18 meter itu batal menggunakan APBD karena memerlukan proses yang panjang. Sementara masa penggunaan APBD 2016 tinggal 20 hari lagi.

“Pakai APBD tidak memungkinkan karena terlalu mepet,” kata dia.

Perbaikan sementara talud sepanjang 18 meter (sebelumnya diperkirakan 15 meter) mendapat prioritas lebih karena membahayakan tiga rumah yang ada di tepi anak Sungai Bengawan Solo itu. Terlebih lagi, Jumat (11/11) kemarin, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Tengah. Solo termasuk daerah yang diperkirakan terdampak cuaca tersebut.

“Kalau tidak segera ditindaklanjuti bahaya. Terutama tiga atau empat rumah yang hampir longsor itu,” kata Kepala BPBD Solo Gatot Susanto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge