0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Penggelapan Tanah Kas Desa, Sejumlah Orang Diperiksa

dok.timlo.net/agung widodo
Inspektur Inspektorat Sragen, Suharto (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Inspektorat Kabupaten Sragen telah memeriksa beberapa orang terkait dengan dugaan penggelapan tanah kas Desa Kaliwedi yang dilakukan carik atau sekretaris desa setempat. Inspektorat juga mendatangi para pelapor dalam kasus tersebut.

“Setelah kita datangi  malah justeru mereka mengaku tidak pernah membuat aduan,” kata Inspektur Pembantu Inspektorat Sragen, Endang Widiyastuti, Jumat (4/11).

Endang menyampaikan, dua dari lima warga yang namanya tertera di dalam surat aduan, mengaku tidak pernah membuat aduan. Pihaknya juga sudah mengecek ke lapangan untuk mengumpulkan data-data yang terkait isi aduan.

Inspektur Inspektorat Sragen, Suharto mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk mendalami laporan warga Desa Kaliwedi tersebut. Pihaknya juga telah memanggil terlapor, Kepala Desa Kaliwedi Daryono dan mantan Carik Kaliwedi, Randimin untuk dimintai keterangan.

“Camat juga sudah lapor ke bupati bahwa akan memfasilitasi antara Kades dengan mantan Carik terkait kasus itu,” jelas Suharto.

Seperti diberitakan Timlo.net sebelumnya, lantaran dituduh menggelapkan uang dan kepemilikan tanah, mantan Sekretaris Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Randimin berniat menempuh jalur hukum.

Randimin dilaporkan oleh lima warga, diantaranya atas nama Suwono, Sungkono dan Sukimin pada 1 Oktober lalu ke Inspektorat dengan tuduhan melakukan penggelapan tanah kas desa seluas 1500 meter persegi, pencurian meja kantor desa dan penggelapan uang Lembaga Keuangan Desa (LKD) sebesar Rp 10 juta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge