0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngeyel Tak Mau Ngantri, Truk Nyungsep di Jembatan Darurat

merdeka.com
Jembatan darurat antar kabupaten ambruk (merdeka.com)

Timlo.net — Jembatan darurat sepanjang 40 meter di Kabupaten Takalar, Sulsel tepatnya di perbatasan Dusun Campagayya, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara dan Dusun Maccini Sombala, Desa Bontosunggu ambruk, Senin (31/10) pagi, sekitar pukul 09.30 WITA. Truk proyek pengangkut material tanah timbunan yang berada persis di tengah jembatan nyungsep masuk ke Sungai Bontosunggu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Pantauan di lapangan, pejalan kaki dan kendaraan tidak bisa lagi melintasi jembatan darurat itu yang bahannya dari besi, namun sebagian besar penyangganya adalah batang pohon kelapa. Akibatnya, warga harus memutar hingga tiga kilometer menuju lokasi yang dituju.

“Pagi tadi saya masih melintas, jembatan ini masih baik. Ini saya mau kembali ke rumah di Kecamatan Galesong Selatang, tapi ujung sana tadi, saya ditahan dan diminta arahkan kendaraan ke jalan alternatif. Katanya jembatan rusak jadi saya penasaran mau lihat langsung. Ternyata jembatannya rusak betul. Artinya saya harus memutar, kira-kira sampai di rumah ada 3 kilometer lagi,” tutur Rustam (23), PNS di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Kepala Dusun Campagayya, Kadir Situju yang ditemui di lokasi mengatakan, jembatan darurat ini ambruk diduga karena tidak mampu menahan beban yang berat. Berawal dari truk pengangkut material timbunan melaju di jembatan itu dari arah selatan.

Tiba-tiba dari arah utara ada truk lain hendak melintasi jembatan itu termasuk banyak kendaraan lain seperti mobil dan motor. Padahal untuk melalui jembatan sempit ini harus satu per satu. Akibat penuh kendaraan di depan jembatan dari arah utara, sementara truk yang tadi terlanjur di tengah, juga sudah tidak bisa mundur ke selatan karena kendaraan lain sudah menumpuk di belakangnya.

“Akhirnya perlahan-lahan jembatan itu miring dan ambruk. Truk yang berada di tengah jembatan tadi pun masuk sungai. Seandainya ada kendaraan lain yang nekat menerobos, mungkin mereka juga jadi korban. Beginilah kalau orang tidak sabaran untuk saling beri jalan,” kata Kadir Situju.

Jembatan darurat ini, kata Kadir Situju, dibuat Agustus 2016 lalu karena jembatan sesungguhnya yang berada di sisi jembatan daturat itu sudah dibongkar dan sementara pengerjaan, dana dari Dinas Bina Marga Sulsel.

“Pemerintah bermaksud lebarkan jembatan ini agar lebih luas kapasitasnya. Jembatan ini adalah penghubung antar kabupaten ke arah Kabupaten Jeneponto maupun ke arah Kota Makassar,” kata Kadir Situju.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge