0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ibu Ogah Menyusui, DPRD Bikin Raperda ASI Eksklusif

timlo.net/agung widodo
Publik Hearing Raperda ASI Eksklusif (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Air Susus Ibu (ASI) Eksklusif. Raperda ini perlu dibuat lantaran ada kecenderungan kaum ibu tidak memberikan ASI dan lebih suka memberikan susu formula.

“Memang ada kecendurangan seperti itu, ibu-ibu tidak memberikan ASI ekslusif kepada bayi dan lebih memilih susu formula. Ada kecenderungan ibu malu kalau harus menyusui di tempat umum dan karena alasan kerja,” kata Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto, Senin (31/10).

Di sela-sela acara Publik Hearing Raperda tentang Pengeloaan BUMD dan ASI Eksklusif oleh Panitia Khusus II DPRD Sragen di Gedung Kartini, Bambang menyampaikan, terkait ASI Eksklusif itu bukan semata urusan ibu. Tetapi juga dukungan Pemkab juga sangat penting. Misalnya membuatkan sarana dan prasarana ruangan khusus untuk pemberian ASI di ruang publik.

”Makanya di tempat-tempat umum seperti di bandara ada ruang khusus untuk memberikan ASI. Nanti kita harapkan di Sragen, pada kantor-kantor juga ada ruangan tertentu seperti itu,” terang Totok, sapaan akrabnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, dr Hargiyanto menyatakan, disampaikan Raperda ini sebenarnya untuk melindungi anak. Apakah seorang ibu memberikan ASI dengan baik kepada anaknya atau sebaliknya. Sedangkan tugas pemerintah daerah sendiri adalah memberikan sosialisasi, memberikan sarana prasarana dan menyediakan konselor bagi ibu menyusui.

“Dinkes juga harus bisa memberikan sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya ASI,” ujar Hargiyanto.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge