0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

IMF Pertemukan Pengrajin Topeng Daerah dan Intenasional

dok.timlo.net/indira jayendra iswari
Ketua IMF RAy Ira Kusumorasri saat jumpa pers di ​Pendapa Prangwedanan Pura Mangkunegaran, Solo, Kamis (27/10) (dok.timlo.net/indira jayendra iswari)

Solo — International Mask Festival (IMF) 2016 bakal kembali digelar di Pendapa Prangwedanan Pura Mangkunegaran, Solo pada Jumat (28/10) hingga Sabtu (29/10) mendatang. Ajang yang mempertemukan pengrajin, seniman, dan pecinta topeng kuno ini akan menampilkan seni topeng dari Indonesia hingga manca negara.

“Selain topeng daerah, kami juga mengundang delegasi internasional untuk meramaikan IMF,” ujar Ketua IMF 2016, RAy Irawati Kusumorasri saat jumpa pers di Pendapa Prangwedanan Pura Mangkunegaran, Solo, Kamis (27/10).

Delegasi daerah yang turut bergabung yakni Sanggar Singo Barong (Solo), Semarak Candra Kirana (Solo), Sanggar Sri Gemala IMPKR (Solo), Akademi Seni Mangkunegara-ASGA (Solo), Giyah Supanggah Siswo Pandoyo (Klaten), Didik Nini Thowok (Yogyaa), Wangi Indriya (Banyuwangi), Malang Dance Company (Malang), dan Suku Wehea (Kalimantan Timur). Sementara itu, delegasi internasional seperti, Yang Yani (Tiongkok), Mami Yamamura (Jepang), Kolaborasi Veronika Kis, Judit laszlo, Krisztina Bogo (Hungaria), Andrea Rutkoswki (Jerman), dan Senait Hailemariam (Ethiopia).

Gelaran IMF tahun ketiga ini akan mengambil maskot Wangi Indriya. Hal tersebut lantaran Wangi merupakan salah satu penari topeng turun temurun. Selain itu, kiprah Wangi di kancah internasional yang tidak diragukan lagi.

“Selain tampil menari, Bu Wangi juga mengisi workshop tentang memboyong seni topeng klasik dan kontemporer daerah ke internasional,” jelas Ira.

Tidak hanya di Solo, even serupa juga bakal digelar di tiga kota di Indonesia sebagai bentuk sinergi. Yakni Yogyakarta pada Sabtu (29/10), Malang (Minggu 30/10), dan Ubud (Jumat 4/11).

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge