0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

450 ABK Solo Belum Mendapat Hak Pendidikan

dok.timlo.net/Indira Jayendra Iswari
Direktur PPRBMU Solo, Unarman Sukamto (dok.timlo.net/Indira Jayendra Iswari)

Solo — Tercatat 450 anak berkebutuhan khusus (ABK) di Solo belum mendapat hak pendidikan. Seperti program wajib belajar 12 tahun yang digalakkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Menurut data tahun 2013, tercatat 800 ABK usia sekolah di Solo, yang sudah mendapatkan hak pendidikan baru 350 anak,” ujar Direktur Pusat Pengembangan dan Latihan Rehabilitasi Para Cacat Bersumberdaya Masyarakat (PPRBMU) Solo, Unarman Sukamto saat ditemui disela-sela acara Training of Trainer (TOT) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Solo, Senin (24/10).

Dijelaskan, ABK yang tidak mendapat pendidikan lantaran terganjal berbagai faktor. Mayoritas terkendala masalah ekonomi, transpor, penolakan dari sekolah karena tidak adanya guru yang sanggup mengajar, hingga kesibukan orangtua.

“Sekarang kan tiap anak usia sekolah wajib mendapat pendidikan 12 tahun. Kalau mau sekolah malah ditolak gimana program pemerintah bisa tercapai?” tandasnya.

Istilah difabel, tambahnya, merupakan keberagaman Bhineka Tunggal Ika, seharusnya tidak dijadikan beban atau aib. Solusi praktisnya dengan menambah tenaga pendidik difabel netra yang sudah menamatkan pendidikan kuliah.

Saat ini, pihaknya dalam proses pendataan ABK di Kota Solo guna pemberharuan data. Setelah itu akan dilakukan sosialisasi dengan berbagai stakeholder terkait.

“Sosialisasi di kecamatan dan kelurahan setempat, agar keberadaan anak difabel diketahui. Pendataannya 3-5 tahun sekali,” kata dia.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge