0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Usulkan Pemilu Hanya Mencoblos Partai, Bukan Nama Caleg

Timlo.net – Pemerintah telah menyerahkan draf Revisi Undang Undang Pemilu 2019 ke DPR. Dalam susunan versi pemerintah, sistem pemilu dilakukan proporsional terbuka terbatas.

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraeni mengaku sudah menerima dan membaca draf RUU Pemilu yang diserahkan pemerintah kepada DPR. Salah satu pasal yang krusial yakni tentang sistem proporsional terbuka terbatas itu.

Titi menjelaskan, definisi sistem pemilu terbuka terbatas yakni nama calon ada di surat suara, tapi pemilih tidak boleh memilih calon langsung. Menurut dia, pemilih hanya boleh memilih nomor partai atau gambar partai, dan penentuan calon terpilih berdasarkan nomor urut yang diajukan partai.

“Jadi sebenarnya sistem ini adalah sistem Proportional party list atau partai proporsional dengan daftar partai (sistem pemilu proporsional tertutup),” jelas Titi, Senin (24/10).

Titi menjelaskan lebih dalam, sistem terbuka terbatas tersebut sekedar mengiming-imingi pemilih dengan nama calon yang diletakkan di surat suara namun pemilih sama sekali tidak punya pilihan untuk memilih si calon.

“Sangat tidak efisien, terkesan sekedar menyenangkan pemilih dan potensial menimbulkan kekisruhan baru berupa meningkatnya suara tidak sah (invalid votes) akibat salah coblos karena pemilih sudah terbiasa memilih calon,” terang dia.

“Sementara dalam RUU Penyelenggaraan Pemilu ini kalau memilih calon tidak dibolehkan dan suara menjadi tidak sah,” kata dia.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge