0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masalah Anak Perlu Dikeroyok Lintas Bidang

timlo.net/ichsan rosyid
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Mardjuki, mengisi buku tamu Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) yang diresmikan di lantai dua Gedung Dispendukcapil, Kompleks Balaikota Solo, Jumat (21/10) digadang-gadang menjadi sarana ampuh untuk menekan angka kekerasan dan kerentanan terhadap anak di Solo. Untuk itu, kerjasama lintas lembaga dan dinas diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang mengancam generasi penerus itu.

“Masalah anak ini perlu dikerjakan secara keroyokan mulai dari daerah, provinsi, pusat, bahkan lintas kementerian pun kita bekerjasama,” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Mardjuki usai peresmian PLKSAI.

PLKSAI sendiri merupakan layanan yang berfokus menuntaskan semua masalah berkaitan dengan anak mulai dari anak rentan putus sekolah, anak rentan kekerasan, hingga korban kekerasan fisik maupun psikis. Layanan tersebut merangkum seluruh dinas dan lembaga yang berkaitan dengan permasalahan anak.

“Kita bekerja sama dengan berbagai pihak karena masalah anak ini memang kompleks dan harus ditangani bersama-sama,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Bapermas, Supratptiningsih.

Dari sekian banyak kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan fisik di rumah cukup mencolok. Menurut data United Nation’s Children Fund (UNICEF), 26 persen dari anak di Indonesia mengalami kekerasan fisik di rumah. Untuk itu, PLKSAI melibatkan Pusat Pengasuhan Keluarga (Puspaga) khusus menangani keluarga bermasalah.

“Kalau kita lihat perlu ada pembenahan di keluarga, kita arahkan ke Puspaga. Kita juga sudah menyiapkan rumah shelter untuk anak kalau seandainya si anak trauma dan tidak mau pulang,” kata dia.

PLKSAI juga siap menangani masalah-masalah berkaitan dengan hukum bila diperlukan. Untuk itu, lembaga yang diprakarsai UNICEF, Kemensos dan Pemkot Solo itu merangkul Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak Kota Surakarta (PT PAS). Bila anak yang ditangani memerlukan penanganan kesehatan fisik maupun mental, PLKSAI telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Solo dan Rumah Sakit Jiwa Daerah dr Arif Zainudin.

“Petugas kita akan proaktif mencari anak-anak bermasalah dan maupun yang rentan masalah. Termasuk anak-anak yang rentan putus sekolah,” kata dia.

Ia menambahkan, masyarakat bisa melaporkan secara langsung ke LPKSAI di Lantai 2 Gedung Dispendukcapil Solo. Pelapor akan diminta mengisi formulir sebagai bahan untuk asessment (pendampingan) awal. Berdasarkan formulir tersebut, akan ditentukan bidang-bidang yang perlu dilibatkan untuk mendampingi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge