0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PG Gondang Baru Berpotensi Ditutup, Begini Respon DPRD

dok.timlo.net/aditya wijaya
Prosesi Arak-arakan Pengantin Tebu di Kompleks Pabrik Gula Gondang Baru (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten berupaya membantu Pabrik Gula (PG) Gondang Baru agar tetap eksis. Pasalnya, pabrik yang berdiri sejak 1860 itu tengah dilanda kekurangan pasokan tebu,

 “Kapasitasnya tinggi, tapi bahan bakunya (tebu) kurang. Maka ada pasokan dari luar Klaten. Nah ini kita sedang membantu untuk mencarikan lahan milik masyarakat yang mau ditanami tebu,” kata Kepala Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo, Jumat (21/10).

Dijelaskan, PG Gondang Baru setiap tahunnya menargetkan lahan tebu seluas 2000 hektar. Namun, luas lahan yang ditanam tebu hanya mencapai 900 hektar per tahun atau kekurangannya sekitar 1.100 hektar. Hal itu berdasarkan audensi dengan Komisi II DPRD Klaten dan manajemen PG Gondang Baru beberapa waktu lalu.

“Kekurangan itu akan kita bantu dengan mengunakan tanah-tanah bengkok atau lungguh perangkat desa yang berpotensi ditanami tebu. Karena masyarakat agak kurang mau menanam tebu dengan alasan enggsk pernah untung dan sebagainya. Tapi formulanya seperti apa belum dipastikan,” kata Wahyu.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Klaten, Tugiran. Sekitar dua atau tiga bulan lalu pihaknya beraudensi dengan manajemen PG Gondang Baru.

“Iya, minta bantuan agar lahan tebu tetap eksis. Tapi kalau soal penutupan pabrik itu haknya pusat, BUMN,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kementerian BUMN berencana menggodok penutupan operasional sejumlah pabrik gula yang berada di Pulau Jawa, termasuk PG Gondang Baru. Pasalnya, pabrik yang bernaung di bawah PT Perkebunan Nusantara memiliki kapasitas giling dibawah 2.000 ton per hari.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge