0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tarik Tarif Lebih, Jukir Berdalih Sistem per Jam

dok.timlo.net/indira jayendra iswari
Juru parkir Solo mendapat pembinaan (dok.timlo.net/indira jayendra iswari)

Solo – Praktik pungutan liar (pungli) marak di kalangan juri parkir (jukir) meresahkan masyarakat. Meski dilakukan pembinaan, masih ada jukir berdalih biaya tersebut berdasarkan lamanya waktu parkir.

“Perhitungan tarifnya per jam, kalau satu jam ya Rp 2.000. Seumpama lebih sepuluh menit ya jadi Rp 4.000,” kata salah satu jukir di kawasan Alun-Alun Lor Keraton Kasunanan, Surakarta, Joko Riyanto kepada wartawan, Kamis (20/10).

Dijelaskan, tarif dasar parkir sepeda motor Rp 1.500 sedangkan mobil Rp 2.000. Bila konsumen parkir lebih dari satu jam akan ditarik kenaikan biaya seratus persen per jamnya. Joko mengklaim, aturan tersebut tertera di karcis.

Sementara itu, dalam pembinaan terkait pungutan liar, Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo, Muh Usman mengatakan, menarik biaya melebihi ketentuan dikategorikan pungli.

“Pungli termasuk praktek ilegal, meski dalam skala kecil tetap akan ditindak tegas. Kalau jukir nekat ya ijinnya dicabut,” tandasnya.

Semua jukir wajib terdaftar di Dishubkominfo, agar pengawasannya ketat. Namun, masih ada yang belum terdaftar dan tidak memakai seragam.

“Data terakhir tercatat 3.500 jukir dan 200 pengelola di Solo. Kalau mau legal ya datang saja ke kantor, ikut pembinaan, mengisi data, dan foto untuk KTA. Akan diberi seragam,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge