0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Suasana Final Lomba Menyanyi Keroncong ’Jejak Sang Maestro’

Peserta saat unjuk kebolehan menyanyikan lagu keroncong (timlo.net/indira jayendra iswari)

Solo — Lomba Menyanyi Keroncong tingkat pelajar bertajuk “Jejak Sang Maestro” digelar di Atrium Solo Grand Mall, Solo, telah mencapai puncaknya, Rabu (19/10). Gelaran ini hasil kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) dan Lokananta yang berhasil menarik 121 peserta asal Kota Solo.

“Peserta dibagi berdasarkan tiga tingkat pendidikan, yakni 56 peserta tingkat SMA, 36 peserta tingkat SMP, dan 29 peserta tingkat SD,” jelas Ketua Panitia Lomba Menyanyi Keroncong, RM Tjuk Kussubagyo saat ditemui wartawan.

Peserta diwajibkan tampil membawakan lagu keroncong berjudul Pemuda-Pemudi. Selanjutnya menyanyikan salah satu judul lagu pilihan, yakni Kota Solo, Bengawan Solo, dan Putri Solo.

“Penilaian kami ambil dari segi pemahaman dasar vokal, teknik vokal, penampilan di atas panggung,” jelasnya.

Sebelumnya, peserta mengikuti workshop dan wisata sejarah di Studio Rekaman Lokananta, Solo, pada 4 September 2016. Dilanjutkan proses seleksi, pada Minggu (14/10) dipilih 10 peserta terbaik dari tiap kategori.

“Kegiatan ini untuk memupuk rasa memiliki seni musik keroncong dan memotivasi peserta. Mengikuti jejak Maestro Keroncong, Waldjinah rekaman di studio legendaris Indonesia,” kata dia.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Studio Rekaman Lokananta, Solo, Miftah Zubir mendukung lomba keroncong tingkat pelajar dijadikan agenda tahunan. Pasalnya, selain untuk menggali potensi musikalitas keroncong pada generasi muda. Kegiatan ini turut memperkenalkan Lokananta.

“Kegiatan ini harusnya berkelanjutan, agar peserta dari generasi muda lainnya turut berkarya. Kalau bisa pesertanya lebih luas ke area Jawa Tengah,” kata Miftah dalam sambutannya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge