0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perhutani Kewalahan Atasi Pencurian Kayu, Ini Alasannya

Ilustrasi, kayu hasil curian disita polisi (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Pencurian kayu di wilayah hutan milik Perhutani Gunung Tunggangan sedang marak belakangan ini. Berbagai upaya telah dilakukan pihak perhutani untuk mencegah kejadian tersebut. Namun lantaran luasnya lahan hutan dan keterbatasan personel, membuat perhutani kewalahan.

”Setiap ada kejadian pencurian kayu di hutan pasti kami laporkan ke polisi. Juga kami laporkan ke provinsi,” ungkap Asisten Perhutani BKPH Wonogiri, Roby Rayendri, Rabu (19/10).

Menurut dia, akibat pencurian kayu tersebut, Perhutani merugi puluhan juta rupiah. Ada tujuh batang pohon Sonokeling yang diembat maling dengan diameter sekitar 30 centimeter. Kayu yang dicuri tersebut memiliki nilai jual tinggi, mudah dijual dan juga banyak yang berminat.

“Sesuai hitungan kami, kerugian ditaksir mencapai Rp 23-an Juta,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, hutan yang berada di perbatasan Kecamatan Tirtomoyo-Jatiroto ini memiliki luas sekitar 20 hektar. Lahan tersebut terbagi empat BKPH. Seperti BKPH Wonogiri, Baturetno, Purwantoro, Lawu Selatan (Jatisrono).

“Untuk BKPH Wonogiri sendiri luasannya mencapai 7.000 hektar. Sementara jumlah personel pengamanan (mandor) tak sebanding, hanya 18 orang saja,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi pencurian kayu di Gunung Tunggangan terjadi dua pekan lalu. Pohon yang berjumlah tujuh batang itu terletak dipinggir jalan alternatif antar kecamatan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge