0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Baru Dua Menit Mengudara, Pilot Serukan Mayday dan Hilang Kontak

Pesawat Piper Warrior PK-PBH milik Perkasa Flight School yang jatuh di Cilacap | Humas Basarnas
(Pesawat Piper Warrior PK-PBH milik Perkasa Flight School yang jatuh di Cilacap | Humas Basarnas)

Timlo.net – Musibah jatuhnya pesawat Piper Warrior PK-PBH milik Perkasa Flight School di kawasan bandara Tunggul Wulung, Cilacap, berlangsung pada menit-menit pertama penerbangan. Dari data yang dirilis Badan SAR Nasional (Basarnas),  pesawat tersebut baru dua menit mengudara terhitung dari melaju di landas pacu.

Koordinator Pos Basarnas Cilacap, Mulwahyono mengutip dari dari menara ATC (Air Traffic Control) Bandara Tunggul Wulung, pesawat yang dikemudikan Kapten Victor sebagai instruktur dan siswa penerbang Rahin, minta izin untuk menyalakan mesin pada pukul 01.15 GMT atau 08.15 WIB.

Pada pukul 08.24 WIB, pilot minta konfirmasi landasan terbuka untuk tinggal landas. Dilanjutkan pesawat bermesin tunggal itu mulai meluncur di landas pacu pada pukul 8.32.

Dua menit kemudian, pukul 8.34 pilot menyerukan Mayday Mayday, kode gawat darurat penerbangan. Menara kontrol selanjutnya merespons seruan tersebut, namun tidak ada jawaban dari pesawat. Hingga pada 8.35, petugas menara kontrol menekan crash bell dan menghubungi pemadam kebakaran di bandara untuk melakukan SAR.

“Dua awak selamat dan dievakuasi ke rumah sakit. Kalau penyebab kejadian, nanti pasti akan diteliti oleh pihak yang berkompeten,” tutur Mulwahyono.

Dari pemberitaan media massa, kecelakaan serupa pernah menimpa pesawat Piper milik Perkasa Flight School bernomor registrasi PK-PBG di Tasikmalaya, 18 Agustus 2016 lalu. Pesawat tersebut mendarat darurat di sawah, diduga karena gangguan mesin. Tiga orang di dalam pesawat, dilaporkan selamat.

 

 

Editor : Ari Kristyono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge