0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasien RSJ Selalu Dipandang Sebelah Mata Masyarakat

timlo.net/ichsan rosyid
Sri Mulyani membacakan puisinya di acara Pentas Ekspresi dan Kreasi Rehabilitan dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr Arif Zainudin (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Setelah menjalani rehabilitasi di rumah sakit jiwa, pasien rumah sakit jiwa (RSJ) selama ini selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Tak jarang, mereka dijauhi dan dikucilkan dari pergaulan. Padahal untuk dapat menjalani hidup normal, rehabilitan (pasien yang telah selesai menjalani rehabilitasi) memerlukan dukungan dari lingkungan.

“Pasien keluar dari rumah sakit jiwa sebenarnya sudah sembuh dari gangguan kejiwaan. Tapi tantangan sebenarnya justru saat mereka terjun kembali ke masyarakat,” kata Kepala Instalasi Rehabilitasi RSJD dr Arif Zainudin Solo, Pebriyanto, Selasa (18/10).

Untuk mengantisipasi hal itu, instalasi rehabilitasi RSJD Solo telah menyiapkan mental pasien untuk menghadapi persepsi negatif masyarakat terhadap mereka. Salah  satunya dengan membekali rehabilitan dengan keterampilan.

“Kita juga menyiapkan mereka dengan pendampingan psikologis. Apa yang harus dilakukan kalau mereka dikucilkan, kalau mereka merasa tertekan harus bagaimana,” kata dia.

Meski demikian, pihak RSJD dr Arif Zainudin terus mendorong masyarakat untuk mau menerima rehabilitan RSJD. Dukungan dan interaksi positif dengan keluarga dan lingkungan sekitar diharapkan dapat menyibukkan pikiran rehabilitan sehingga tidak lagi teringat masalah yang menjadi pemicu gangguan kejiwaannya.

“Kita hilangkan stigma negatif tentang rehabilitan. Jangan lagi mereka dianggap orang terpinggirkan. Mereka harus dirangkul dan potensi yang ada pada mereka dimanfaatkan agar merasa dihargai,” kata Wakil Direktur Pelayanan Medis RSJD Surakarta dr Agustini Christiawati MM.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge