0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Letkol Denny: Memusuhi Wartawan Berarti Memusuhi Dandim

dok.timlo.net/agung widodo
Dandim Sragen Letkol Inf Denny Marantika joget bareng wartawan (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Peristiwa penganiayaan terhadap wartawan oleh seorang oknum TNI membuat keprihatinan tersendiri dari Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Denny Marantika. Peristiwa itu diharapkan tidak bakal terjadi di Sragen selama kedua belah pihak tetap menjaga tali silaturahmi yang baik.

“Memusuhi wartawan berarti memusuhi Dandim,” tandas Dandim Sragen, Letkol Inf Denny Marantika, Selasa (18/10).

Pernyataan tersebut disampaikan Letkol Denny saat menggelar acara coffee morning bersama wartawan media cetak dan elektronik yang bertugas di Bumi Sukowati.

Menurut Dandim, pihaknya telah memerintahkan kepada jajaran Kodim hingga Babinsa untuk menjalin hubungan yang baik dengan awak media. Seperti memberikan informasi terkait tugas pokok dan fungsi TNI yang sebenarnya kepada media.

Denny berharap, peristiwa pennganiayaan awak media tidak terjadi di Sragen. Dia meminta media untuk menyampaikan pemberitaan yang berimbang soal TNI, tidak hanya dari sisi negatif, tapi juga sisi positifnya dalam mengawal program pemerintah.

“Mudah mudahan di Sragen tidak ada. Bila terjadi kami akan tindak tegas, tindakan disiplin asmpai hukuman disiplin. Harus menjamin tugas kelancaran rekan-rekan semuanya,” paparnya.

Salah satu wartawan Sragen, Sutiyatmoko menyambut gembira dengan adanya acara silaturahmi tersebut. Dia juga berharap hubungan baik TNI dan wartawan di Sragen tidak hanya bersifat sementara, tapi bisa berlangsung seterusnya meskipun sudah berganti pimpinan.

Acara coffee morning diakhiri dengan nyanyi dan joget bersama antara wartawan dan Dandim.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge