0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Terima Gratifikasi, Walikota Madiun Ditetapkan Tersangka

Ilustrasi Korupsi (merdeka.com)

Timlo.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan walikota Madiun periode 2009-2014 dan 2014-2019 Bambang Irianto sebagai tersangka. Bambang diduga telah menerima gratifikasi terkait proyek pembangunan pasar besar Madiun.

“KPK telah menemukan barang bukti yang cukup untuk menetapkan BI sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek Pasar Besar Madiun,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Senin (17/10).

“Tersangka BI diduga langsung maupun tidak langsung dengan sengaja dan turut serta dalam pemborongan, pengadaan, penyewaan, yang mana saat mengurus menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya,” kata Laode.

Namun belum diketahui kisaran kerugian negara dari proyek senilai Rp 76,5 Miliar itu. Atas penetapan tersangka kali ini, penyidik KPK pun bergegas melakukan penggeledahan di lima lokasi, empat lokasi di Madiun, satu lokasi lagi di Jakarta. Lanjutnya, proyek ‘panas’ tersebut sudah dikerjakan sejak tahun 2009-2012.

“KPK menggeledah lima lokasi, satu lokasi di Jakarta, rumah dinas walikota, rumah pribadi walikota, rumah anaknya, kantor PT Cahaya Terang milik tersangka, PT Lince Romauli di Jakarta,” ucap Laode.

Dari penggeledahan di lima lokasi, KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti.

Akibat perbuatannya, Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf i atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge