0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penguatan Bahan Baku, Menjadi Prioritas HIMKI

timlo.net/setyo pujis
Ketua DPD Himki Soloraya, Adi Dharma Santoso (kiri), Biyp Mukhsen (kanan) (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Tingginya harga bahan baku menjadi momok bagi pelaku bisnis mebel dan kerajinan. Pasalnya, karena dampak dari tingginya harga bahan baku tersebut membuat daya saing produk Indonesia kalah dengan kompetitor negara lain.

“Meskipun kualitas dan desain yang kita buat sama, tapi jika bersaing dengan Vietnam tetap kalah. Alasannya, karena harga jual produk mereka jauh lebih rendah dibanding kita,” ujar Ketua HIMKI Soloraya, Adi Dharma Santoso kepada wartawan, Senin (17/10).

Untuk menyikapi persoalan itu, dirinya mengatakan HIMKI telah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM). Tujuannya agar dapat melakukan penguatan dari sisi bahan baku.

“Penguatan bahan baku sekarang ini menjadi prioritas kami. Supaya harga jual dari produk dalam negeri lebih kompetitif,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu faktor utama dari mahalnya harga bahan baku di Indonesia karena dipengaruhi proses distribusi. Oleh karena itu, jika persoalan bahan baku dapat diselesaikan dengan baik, diharapkan dapat menunjang para eksportir produk furniture dari dalam negeri.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge