0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPBD Diminta Pasang EWS

timlo.net/tarmuji
early warning system atau EWS (timlo.net/tarmuji)

Klaten — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima surat edaran (SE) dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo untuk mengantisipasi potensi gerakan tanah. Hal itu berdasar pemetaan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per Juli 2016 tentang potensi gerakan tanah di wilayah Klaten.

“Isinya tentang antisipasi gerakan tanah dan pemasangan early warning system (EWS),” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, Senin (17/10).

Pihaknya meminta masyarakat untuk mengkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari potensi bencana yang mungkin terjadi. Pasalnya, berdasar data PVMBG per Juli, sembilan wilayah di Klaten memiliki potensi gerakan tanah dari tingkat menengah hingga tinggi.

Dari jumlah itu, enam kecamatan masuk kategori potensi gerakan tanah dengan tingkat menengah hingga tinggi yakni, Kecamatan Kemalang, Karangdowo, Bayat, Trucuk, Gantiwarno, dan Wedi. Sedangkan tiga kecamatan sisanya, Kecamatan Karangnongko, Ngawen, dan Pedan, berkategori tingkat menengah.

Selain itu, imbuh dia, aktivitas penambangan di lereng Gunung Merapi dihimbau untuk lebih waspada saat musim hujan. Hal itu untuk mengantisipasi banjir lahar dingin yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

”Kemalang bahkan berpotensi banjir bandang. Karena di atas masih ada 40 juta meter kubik material sisa erupsi gunung Merapi 2006 dan 2010. Apalagi cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi sampai akhir Desember,” imbuh Bambang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge