0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tangisan Jessica Dituding Hanya Rekayasa

merdeka.com
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus kematian Mirna dengan terdakwa Jessica (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso masuk dalam tahap tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota pembelaan terdakwa. Di awal repliknya, Jaksa Meilany Wuwung membantah terdakwa Jessica mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.

Sebaliknya terdakwa Jessica malah ditempatkan di sel khusus dan terpisah dengan napi lain atas kemauan terdakwa. Ruangannya pun sudah sangat baik dan bersih.

“Terpisahnya sel tersebut atas permintaan terdakwa. Ruangannya pun cukup nyaman dibandingkan dengan tahanan yang lain. Apakah dia ingin ada tv, ac, air hangat untuk relaksasi? Fasilitas tersebut sudah sangat layak,” kata Meilany saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/10).

Meilany juga mengatakan, saat rekonstruksi yang dalam pleidoi terdakwa Jessica yang mengatakan mendapat tekanan. Padahal saat dilakukan rekonstruksi itu, penyidik telah berusaha membuat terdakwa nyaman dan penasihat hukum untuk secara leluasa bergerak.

“Dia juga mengeluh soal rekonstruksi. Padahal sebaliknya penyidik telah berusaha untuk melakukan membuatnya nyaman. Rekonstruksi juga berbeda dengan BAP yang dikatakan para saksi lainnya,” kata Meilany.

Meilany bahkan menuding tangisan terdakwa Jessica saat membacakan pleidoi hanyalah rekayasa yang dibuat mereka untuk menarik perhatian masyarakat.

“Jadi rekayasa apa yang akan dilakukan Terdakwa Jessica malah menangis. Padahal sesuai putusan praperadilan, tanggal 1 Maret, bahwa proses penahan telah diajukan sesuai aturan yang ada,” jelas dia.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge