0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Pembuatan Wayang Raksasa Petruk ala Merapi

dok.timlo.net/aditya wijaya
Suparno tengah mengecat wayang gedog tokoh Petruk raksasa untuk pentas Gora Swara Nusantara (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Sebuah wayang raksasa berbahan kayu sengon tengah dikerjakan Suparno (54). Wayang tersebut rencananya bakal diarak dalam pementasan bertajuk Gora Swara Nusantara, di salah satu dam lereng Gunung Merapi, Jumat (28/10) mendatang.

“Wayang gedog atau klithik ini dipesan panitia Gora Swara Nusantara untuk acara Hari Sumpah Pemuda nanti. Tingginya 3 meter, lebar 140 centimeter, dan tebal 3,5 centimeter. Harganya sekitar Rp 15 juta,” ujar Suparno, Senin (17/10).

Bersama tiga temannya, sejak 14 September lalu, pengrajin sekaligus dalang asal Dukuh Gentan, Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko ini mulai mengerjakan wayang raksasa yang mengambil tokoh Petruk itu. Ia meminta waktu 1,5 bulan untuk menyelesaikannya.

“Ini sudah hampir 80 persen jadi. Enggak ada kesulitan, sama saja dengan yang ukuran biasa, tapi bahannya (kayu) memang agak susah dicari. Karena butuh diameter yang besar, belum lagi ketelitian dalam pengerjaannya. Bahkan ini rambutnya asli, saya beli dari salon,” beber ayah lima orang anak itu saat ditemui di kediamannya.

Menurut dia, wayang raksasa tokoh berhidung mancung ala Pinokio itu merupakan Petruk Tua. Hal itu mengacu lokasi pentas yang terletak di Dam Sabo 1 Karangbutan (hulu) Kaliworo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Pasalnya, Kyai Petruk dikenal masyarakat setempat sebagai salah satu “penunggu” Gunung Merapi.

“Besok sehari sebelum acara kalau hendak dipasang akan diadakan slametan (syukuran —Red). Sebab ini ujubnya beda, terkait dengan alam, bukan untuk suvenir. Ibarat orang sebelum hujan sedia payung, slametan ini untuk mengenalkan diri. Karena disana kita tidak hendak mengganggu, tapi memepersembahkan sesuatu. Sehingga pementasannya diharapkan bisa berjalan lancar,” tukas Suparno yang sudah menggeluti wayang gedok sekitar 35 tahun.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge