0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Natuna Masih Jadi Lahan Menggiurkan Bagi Pencuri Ikan

Perairan Natuna (merdeka.com)

Timlo.net – Penangkapan kapal asing di perairan Indonesia meningkat jelang akhir tahun. Namun jumlah keseluruhan masih rendah dari tahun sebelumnya. Sudah ada lebih dari 100 kapal yang diperiksa,

21 kasus di antaranya sudah ditindaklanjuti sampai ke pengadilan.

“Kemarin baru saja KRI Cucut yang di bawah binaan Guspura menangkap kapal tanker Zamidah yang berbendera Malaysia di kawasan lintas laut Banten. Kapal ini membawa muatan kurang lebih 400 ton muatan bahan bakar minyak tanpa dokumen yang resmi yang rencananya akan dikirim ke Malaysia,” kata Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda Aan Kurnia, Senin (17/10).

Aan Kurnia menjelaskan bahwa semua Anak Buah Kapal (ABK) ilegal yang ditangkap semuanya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Mereka hanya sebagai pekerja, oknum-oknumnya dari negara asal seperti Vietnam, Singapura, Malaysia dll,” jelasnya.

Selain itu, masih banyak kasus lainnya yang kini sedang ditangani. Di antaranya, tertangkapnya delapan Kapal Ikan Asing (KIA) yang berbendera Vietnam di kawasan Perairan Natuna.

Sejak Agustus lalu kasus penangkapan kapal asing di wilayah perairan Indonesia semakin meningkat. Meskipun jumlahnya menurun dibandingkan kasus-kasus tahun lalu, hal ini tetap saja tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Rekap penghentian pemeriksaan dan penggeledahan (Henrikhan) bulan September 2016 menunjukkan adanya 83 kapal yang diperiksa, 10 di antaranya sudah dilanjutkan ke pengadilan sedangkan 73 kapal lainnya diizinkan melanjutkan pelayaran.

Sementara itu rekap di bulan Oktober terhitung sampai hari ini sudah ada 64 jumlah kapal yang diperiksa. 11 Dilanjutkan ke pengadilan dan 53 lainnya diizinkan melanjutkan pelayaran.

“Kasus yang kita bawa ke pengadilan adalah kapal-kapal yang tidak memiliki dokumen resmi. Kami, koarmabar beserta seluruh jajaran bertekad untuk serius menindak segala bentuk pelanggaran,” jelas Aan Kurnia.

Menurut Panglima wilayah yang paling sering menjadi incaran kapal asing adalah di perairan Natuna.

“Kawasan perairan Natuna ini paling banyak ikannya. Makanya di sini sering sekali terjadi kasus ilegal fishing. Gak mungkin kan mau nangkap ikan di tempat yang gak ada ikannya,” ujarnya.

Tidak hanya kapal berbendera Vietnam saja yang sering tertangkap basah sedang melakukan kegiatan ilegal fishing.

“Ada kapal Malaysia juga tapi cuma satu dua gak banyak,” tambahnya.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge