0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jaga Stabilisasi Pangan, Bulog Ajak Warga Jadi Sahabat RPK

dok.timlo.net/tarmuji
Stand Subdrivre Bulog Surakarta saat peringatan HPS ke-36 di Alun-Alun Giri Kridha Bhakti Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Berbagai upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional, salah satunya dengan program Rumah Pangan Kita (RPK) yang diluncurkan oleh Subdivre Bulog Surakarta. Program ini digadang-gadang mampu memotong rantai distribusi yang diharapkan semakin mendekatkan produsen dan konsumen.

“RPK sendiri memliki tujuan utama. Pertama adalah untuk stabilisasi harga pangan. Tujuan kedua yakni mengajak masyarakat menjadi interpreuner atau berwirausaha,” ungkap Kasie Komersial Subdivre Bulog Surakarta, Sugeng Argono, disela- sela peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 di Alun- Alun Giri Kridha Bhakti Wonogiri, Senin (17/10).

Disebutkan, program RPK di wilayah Surakarta terbilang baru. Program ini dilaunching awal Agustus silam dan diklaim sudah berjalan di wilayah Solo, Sukoharjo, Sragen dan Klaten.

RPK memiliki misi memberikan peluang bagi masyarakat, juga sebagai jaringan kegiatan stabilisasi pangan (beras, gula, minyak goreng dan lain-lain) terutama saat paceklik atau suplai berkurang di masyarakat. Pada saat harga panen pangan mengalami fluktuasi tinggi dan pemerintah menugaskan Bulog untuk melakukan kegiatan operasi pasar untuk jenis pangan tertentu maka pendistribusian pangan melalui RPK akan lebih mudah dan mempercepat stabilisasi harga.

Dikatakan, RPK merupakan jaringan distribusi pangan yakni program kemitraan usaha berbasis kerakyatan dari Perum Bulog bagi masyarakat Indonesia yang ingin berwirausaha dan sekaligus membantu menstabilkan harga pangan.

“Maka dengan program RPK ini kami mengajak warga masyarakat Wonogiri untuk bergabung menjadi sahabat RPK. Karena peluang ini masih terbuka lebar,” jelasnya.

Ditambahkan, persyaratan menjadi sahabat RPK sangat gampang, bagi perseorangan cukup melampirkan KTP, KK surat ijin RT/ RW dan memiliki tempat untuk berusaha. Sedang kedai atau toko dan koperasi atau Ormas dilengkapi surat ijin usaha dari kelurahan, keterangan domisili memiliki NPWP, kegiatan usaha masih aktif, selanjutnya membuat surat permohonan menjadi sahabat RPK.

“Idealnya kan setiap rukun tetangga (RT) ada satu outlet RPK,”  tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge