0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minim Rekanan, Penindakan Kendaraan Gagal Uji Emisi Ditunda

Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat (dok.timlo.net)

Solo — Target Pemerintah Kota Solo menindak kendaraan bermotor yang melampau batas emisi mulai tahun 2017 mendatang sepertinya harus ditunda. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota (Dihubkominfo) Solo mengaku kesulitan menerapkan sangsi bagi kendaraan yang melanggar ketentuan tersebut.

“Kita sulit mau menindak. Karena kendaraan yang melintas di Solo ini datang dari berbagai daerah,” kata Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Sudrajad, Minggu (16/10).

Hal itu, kata dia menjadi kendala bagi Dishubkominfo untuk menegakkan Perda Kota Solo Nomor 1 Tahun 2013. Dalam perda tersebut diatur bahwa kendaraan yang tidak lolos uji emisi dilarang beredar di Kota Solo. Menurut Yosca, tidak banyak daerah yang mempunyai kebijakan melarang kendaraan yang gagal uji emisi.

“Kita melarang kalau daerah lain tidak melarang bagaimana,” kata dia.

Di samping kendala tersebut, saat ini pihaknya belum sepenuhnya siap melaksanakan aturan tersebut. Pasalnya, bengkel yang memenuhi syarat untuk menguji emisi sekaligus memperbaiki kendaraan yang gagal uji belum banyak. Baru tiga bengkel di Solo yang memiliki sertifikat untuk melaksanakannya.

Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah bila peraturan tentang ambang batas emisi diterapkan saat ini. Pemilik kendaraan yang tidak lolos uji emisi akan kesulitan menemukan bengkel untuk mengurangi emisi kendaraannya.

“Kalaupun bisa nanti antriannya bagaimana kalau cuma tiga bengkel,” kata dia.

Ditanya tentang target pelaksanaan aturan tersebut, Yosca tidak menjawab secara pasti. Saat ini pihaknya terus mendorong beberapa bengkel di Solo untuk segera mengurus sertifikasi agar bisa menjadi bengkel rujukan bagi kendaraan dengan tingkat emisi tinggi.

“Bisa jadi dua atau tiga tahun lagi,” kata dia.

Pernyataan tersebut berbeda jauh dibanding awal tahun 2016 lalu. Pada bulan Februari lalu, pihaknya akan menindak tegas kendaraan yang melampaui ambang batas emisi mulai tahun 2017 mendatang. Kendaraan yang tidak memenuhi syarat tidak boleh lagi digunakan di Kota Solo sebelum diperbaiki di bengkel-bengkel yang ditunjuk sebagai rekanan Pemerintah Kota.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge