0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dihina, Pengacara Mario Teguh Laporkan Pengacara Kiswinar

Kiswinar bersama pengacaranya (merdeka.com)

Timlo.net — Tim pengacara Mario Teguh yang diwakili oleh Rhony Sapulette melaporkan FA, pengacara Kiswinar, dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan penistaan. FA telah melakukan penghinaan di media sosial secara terbuka dan TV. Tim yang beranggotakan 18 orang itu dikatakan FA sebagai pengacara pembohong, tidak beradab, ular beludak, dan iblis.

”Perkataan FA itu tidak pantas dan melanggar kode etik. Yang kami laporkan pasal 27 (3) JO pasal 45 (1) no. 11 th 2008 tentang ITE. Ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ujar Rhony Sapulette ketika ditemui di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, Rhony dan tim juga melaporkan FA ke dewan advokat untuk tindakan lebih lanjut, salah satu kemungkinannya adalah pencabutan ijin FA.

Rhony mengaku hingga kini belum berkomunikasi dengan FA terkait hal ini. Meski Rhony sudah memiliki nomor telepon FA. Tapi hingga sekarang usaha untuk menelepon FA tidak bersambut.

“Pas saya telepon itu mati. Artinya gak perlu lah ya. Ketika kami menyampaikan sepatah dua patah kata, konsekuensinya ada. Sebenernya masalah ini biasa saja. Tetapi yang lebih berkoar pengacaranya,” tutur Rhony.

Perselisihan antara Kiswinar dan Mario Teguh, menurut Rhony, melebar kepada isu-isu baru. Di antaranya muncul isu bahwa Mario Teguh menolak tes DNA atau pun dugaan bahwa pihak Kiswinar mencari keuntungan materiil dari permasalahan ini.

“Saya juga bingung masalah ini. Yang dicari pengakuan atau materi. Tetapi okelah akan kami buktikan nanti,” tegasnya.

Dia berharap permasalahan antara Mario Teguh dan Kiswinar bisa selesai dengan upaya komunikasi yang baik antara ayah dan anak.

Terlepas dari perselisihan tersebut, Rhony menyampaikan, dirinya dan tim merasa terhina dengan kata-kata FA. Sekalipun ada permintaan damai, Rhony akan terus melanjutkan laporannya di jalur hukum.

“Upaya hukum yang akan kami lakukan. Proses hukum harus berjalan. Supaya nggak terulang lagi. Harus jadi efek jera,” tandasnya.

(kpl/aal/dka)

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge