0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Pencemaran Nama Baik Terhadap Istri Jeremy Thomas Ditangkap

Jeremy Thomas bersama keluarga (kapanlagi.com)

Timlo.net – Tersangka pencemaran nama baik terhadap istri artis Jeremy Thomas, Ina Indayanti, bernama Maratul Habibah, ditangkap polisi, Kamis (13/10) dinihari kemarin. Perempuan yang mengaku seorang model ini dibekuk setelah sempat melarikan diri ke Singapura.

“Iya, pelakunya sudah ditangkap. Kemarin kabur ke Singapura, bilangnya mau ketemu anaknya selama tiga hari, dan dia ada suami di sana,” kata Kasubdit Cyber Crime Bareskrim Polri, Kombes Himawan Bayu Aji saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (15/10).

Himawan mengatakan, tersangka telah buron selama tiga bulan oleh Bareskrim. Kepada petugas Ara mengaku kabur ke Singapura, untuk memperlambat proses hukumnya.

“Mungkin itu dalihnya dia saja. Tapi sementara dari hasil pemeriksaan ngakunya seperti itu,” ujar Himawan.

Himawan melanjutkan, pelaku telah ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya untuk menunggu proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan atau tahap dua.

“Pemberkasan sekarang. Tinggal nunggu tahap dua untuk pengiriman tersangka dan barang bukti ke Kejagung,” tandasnya.

Diketahui, kasus ini bermula terjadi sengketa antara istri Jeremy Thomas dengan terlapor. Lalu pelaku mencemarkan nama baik pelapor di media sosial.

Pihak Jeremy pun melaporkan balik Ara beserta sanga suaminya, Alexander Patrick Morris dan sang pengacara Firman Candra ke Bareskrim Polri pada bulan April 2015 lalu. Dalam laporannya bernomor LP/526/IV/2015/ Bareskrim tanggal 22 April 2015, Jeremy melaporkan Ara, Alex, dan Firman, dengan dugaan tindak pidana fitnah dan menyebarkan berita bohong melalui sosial media.

Tak hanya Jeremy, sang istri, Ina Indayanti lebih dulu melaporkan Ara. Dalam surat laporan nomor: LP/455/IV/2015/ Bareskrim tanggal 8 April 2015, Ina melaporkan Ara dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Tak hanya itu, sebelumnya Ara juga telah dilaporkan Jeremy ke Polda Bali. Dalam laporan nomor: LP/86/III/2015/ SPKT Polda Bali, Hari Senin 2 Maret 2015, Jeremy melaporkan Ara dengan dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu dalam persidangan kasus penjualan vila. Ara pun telah dipanggil sebanyak dua kali oleh Polda Bali.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge