0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Sayuran Merangkak Naik

Dok.Timlo.net/ Nanin
Pedagang sayuran di pasar tradisional (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Solo – Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi belakangan ini, turut mempengaruhi harga berbagai jenis sayuran di Pasar Legi. Pasalnya dengan tingginya curah hujan tersebut menyebabkan hasil panen dari petani tidak maksimal dan barang banyak yang rusak.

“Jika dibanding dengan sebelumnya, pasokan berkurang bisa mencapai lebih dari 50 persen,” ujar salah satu pedagang sayur, Wiwid kepada wartawan, Sabtu (15/10).

Tak hanya itu, selain pasokan berkurang kualitas sayur juga sangat jelek karena terkena air hujan. Ia menyampaikan, sayur buncis yang sebelumnya Rp 4 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 6 ribu per kilogram.

Seledri dari sebelumnya Rp 10 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Kubis dari sebelumnya Rp 2 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 3,5 ribu per kilogram.

“Karena naiknya harga itu, tak sedikit para pembeli yang mengeluh,” jelasnya.

Sementara itu kondisi yang sama juga dirasakan pedagang sayur lainnya. Rusmini mengatakan, kenaikan harga sayur sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Karena barangnya banyak yang rusak, terpaksa ia mengurangi pasokan dari para petani.

“Mungkin karena musim hujan, jadi sayurnya banyak yang busuk. Menyikapi itu, saya kurangi pasokan atau hanya memilih yang bagus saja daripada tidak laku,” tandasnya.

Menurutnya, beberapa sayur dagangannya itu dipasok dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Seperti Karanganyar, Boyolali, Klaten dan lainnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge