0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Inklusi Keuangan Ditargetkan Capai 75 Persen

timlo.net/setyo pujis
Kepala Kantor OJK Solo, Laksono Dwionggo saat memberi sambutan saat expo gerakan inklusi keuangan (timlo.net/setyo pujis)

Solo Baru – Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih sangat rendah jika dibanding dengan negara lain. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya dengan berbagai strategi agar dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sector jasa keuangan.

“Upaya sosialisasi produk jasa keuangan terus kita lakukan. Hal itu mengingat, tingkat inklusi keuangan masyarakat kita ternyata masih cukup rendah atau hanya diangka 21,8 persen,” ujar Kepala Kantor OJK Solo, Laksono Dwionggo kepada wartawan, Jumat (13/10).

Bahkan jika dibanding dengan Negara tetangga lainnya, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih sangat tertinggal. Karena dari survei yang dilakukan oleh bank Dunia, menurutnya tingkat inklusi keuangan di India sudah mencapai 34 persen. Sementara Filipina dan Vietnam sudah di atas 40 persen.

“Oleh karena itu kita berharap para lembaga jasa keuangan, baik bank maupun non bank supaya dapat pro aktif meningkatkan pelayanan. Dengan demikian tahu kebutuhan yang diinginkan masyarakat saat ini,” jelasnya.

Dengan adanya upaya sosialisasi dan sinergisitas antar lembaga keuangan, asosiasi serta regulator.  Ditargetkan tingkat inklusi keuangan dapat meningkat menjadi 75 persen pada akhir 2019.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge