0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sekolah di Kota Barat Harus Punya Zona Drop Off

Jalan dr Moeawrdi, Kota Barat, Solo (dok.timlo.net/red)

Solo — Sosialisasi sistem satu arah (SSA) selama satu bulan terakhir di sepanjang Jl Slamet Riyadi Solo dari Purwosari sampai simpang empat Gendengan, sukses dan berjalan baik. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo Sri Baskoro, mengatakan, bottle neck di kawasan seputaran Kota Barat perlahan-lahan mencair.

“Tadi dalam rapat evaluasi SSA ditetapkan seterusnya, namun ada masukan dari kepolisian kalau beberapa barikade yang dipasang harus disingkirkan. Karena berpotensi tertabrak pengguna jalan,” beber Sri Baskoro, usai rapat evaluasi SSA di Kantor Dishubkominfo Solo, Jumat (14/10).

Selain itu, imbuhnya, masukan juga didapat dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) yang turut serta dalam rapat. Pihak sekolah yang berlokasi di Jl dr Moewardi Kota Barat harus menentukan zona drop off siswa yang ideal.

Pasalnya kepadatan antar-jemput anak sekolah di sepanjang badan Jl dr Moewardi membuat antrean sejumlah kendaraan. Sehingga pada jam masuk dan pulang sekolah, arus kendaraan sekitaran Kota Barat melambat.

“Pihak sekolah akan kami ajak rembukan untuk menentukan lokasi drop off yang paling ideal, misalnya di Gedung Bhayangkara atau lapangan voli Kota Barat,” imbuhnya.

Adapun sejumlah sekolah yang bakal dituju, yakni SMP Muhammadiyah Program Khusus, SDN 16 Solo, SDN 15 Solo, SMPN 24 Solo, dan SMPN 25 Solo.

“Nantinya harus ada orang yang bertanggung jawab memantau anak-anak dari zona drop off sampai sekolah, misal orangtua wali, Satpam, atau guru,” ujar Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Solo, Ari Wibowo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge