0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

E-Ticketing BST Tuntut Mesin yang Mumpuni

timlo.net/ichsan rosyid
Siswa Siswi SMP menjajal e-ticket BST di halaman Bank Indonesia, Kamis (13/10) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Penerapan e-ticketing pada Bus Batik Solo Trans (BST) menuntut perangkat dengan spesifikasi yang mumpuni. Pasalnya, mesin pembaca Near Field Communication (NFC Reader) yang digunakan untuk transaksi dipasang di dalam bus.

“Di kota-kota lain kan dipasang di halte, seperti yang di Yogjakarta dan Jakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Solo, Yosca Herman Sudrajad, Kamis (13/10).

Karena dipasang di bus, NFC reader yang digunakan harus memiliki fasilitas tahan guncangan. Kecepatan baca juga menjadi pertimbangan penting agar tidak terjadi antrian panjang bila banyak penumpang yang ingin naik bus.

“Paling tidak dua detik. Jadi kalau ada banyak penumpang tidak antri,” kata dia.

Tak hanya itu, mesin itu harus kompatibel dengan sistem transaksi elektronik dari semua bank. Tujuannya agar masyarakat luas bisa menikmati fasilitas tersebut. Penggunaan satu mesin untuk semua bank juga bertujuan untuk menghemat ruang.

“Kalau satu bank harus ada mesin sendiri bagaimana? Masyarakat malah bingung nanti,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto mengatakan pihaknya berharap bank-bank di Solo bisa mendukung e-ticketing BST. Saat ini, pembayaran nontunai itu baru bisa dilakukan dengan kartu Brizzi dari BRI.

“Kita juga akan terus evaluasi. Kalau selama uji coba ada kendala akan kita benahi,” kata dia.

Sebagai infromasi, pembayaran elektronik sebenarnya sempat diterapkan di BST pada tahun 2013 silam. Merangkul sejumlah bank, PT Batik Solo Trans menerbitkan kartu khusus untuk pembayaran BST. Namun program tersebut berhenti karena mesin Electronic Data Capture (EDC) yang digunakan sering bermasalah terutama bila mengalami goncangan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge