0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Urai Kemacetan, Sekolah Harus Tetapkan Drop Zone

Peresmian SSA Jl Slamet Riyadi dari Purwosari - Gendengan (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Penerapan sistem satu arah (SSA) ruas Purwosari-Gendengan Jalan Slamet Riyadi sejak 13 September 2016 lalu, menimbulkan titik kemacetan baru. Kemacetan terjadi di pertigaan Kota Barat, yang sebelumnya titik kemacetan sering terjadi di Purwosari, Kamis (13/10) siang. Sebab setiap pukul 13.00 WIB di sepanjang Jalan dr Moewardi, Kota Barat dipenuhi siswa yang pulang sekolah dan penjemput.

“Kami akan optimalkan pantauan dari CCTV room, kemungkinan solusi jangka pendeknya intervensi traffic light di simpang Kota Barat. Ini juga perlu rapat evaluasi bersama pihak Kepolisian danDinas Pekerjaan Umum (DPU),” beber Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Ari Wibowo, Kamis (13/10).

Selain itu, semestinya, setiap sekolah yang rawan macet mempunyai drop zone untuk antar-jemput siswa. Seperti yang sudah dilakukan SD Negeri 16, Solo, yakni di lapangan voli Kota Barat.

“Harus ada orang yang bertanggung jawab memantau anak-anak dari drop zone sampai sekolah, seperti orangtua, satpam, atau guru. Memang belum kami sosialisasikan, baru di Focus Independent School. Ke depannya akan kami sampaikan ke pihak sekolah,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge