0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Manfaatkan Tax Amnesty, Tahanan Pajak Ini Akhirnya Bebas

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Solo – Tahanan pajak, Sie Djay Hwa (69) akhirnya dibebaskan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jateng II, Selasa (23/8) lalu. Warga Kelurahan Setabelan, Banjasari, Solo ini ditahan lantaran mengemplang pajak senilai Rp 43 Miliar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pajak. Tahanan telah bebas sejak tanggal 23 Agustus lalu,” terang Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Solo, Oga Gioffani Darmawan, Kamis (13/10).

Dikatakan, pembebasan sandera pajak tersebut dilakukan setelah wajib pajak memenuhi kewajibannya melunasi utang pajak. Meski begitu, dia bersikukuh kalau utang pajaknya hanya senilai Rp 20 Miliar bukan Rp 43 Miliar. Seiring berjalanya waktu, pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan (Menkeu) membuat program tax amnesty dan wajib pajak pengemplang pajak mengikuti program tersebut.

“Sandera pajak (Sie Djay Hwa) hanya membayar utang pajak senilai Rp 14 Miliar setelah mengikuti program tax amnesty. Sandera langsung bebas setelah membayar tunai utang pajak,” kata dia.

Kasubsi Administrasi dan Peralatan Rutan Kelas I A Solo, Cariyati Mahanani, mengatakan sudah menerima surat penyanderaan (gijzeling) pengemplang pajak dari DJP II Jateng pada tanggal 24 Mei 2016 lalu. Pengemplang pajak disandera di Rutan Solo selama enam bulan, terhitung mulai tanggal 24 Mei sampai tanggal 20 November 2016. Namun, sandera baru dikirim ke Rutan Solo tanggal 27 Mei.

“Sandera pajak hanya tiga bulan berada di Rutan Solo setelah bebas pada tanggal 23 Agustus 2016. Kami menerima surat pembebasan sandera sehari sebelum dibebaskan,” ujar Cariyati.

Seperti diberitakan sebelumnya, DJP Jeteng II menyandera wajib pajak bernama Sie Djay Hwa karena mengemplang pajak senilai Rp 43 Miliar, Jumat (27/5). Wajib pajak merupakan pengusaha distributor gula dan terigu di Pasar Legi Solo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge