0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Ancam Bakal Razia Gojek

timlo.net/heru murdhani
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pemerintah Kota (pemkot) Solo kembali menegaskan kebijakannya menolak ojek berbasis aplikasi di wilayahnya karena dianggap ilegal. Bahkan Walikota Solo mengancam akan merazia Gojek yang nekat beroperasi di Solo.

“Dishub harus melakukan operasi. Nanti biar koordinasi dengan Kepolisian,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (13/10).

Ia berdalih selama ini ojek tidak pernah mengantongi ijin dari Pemkot Solo. Sedangkan proses perekrutan driver Gojek diketahui dilakukan pada bulan Mei lalu di sebuah hotel di Sukoharjo. Hal ini membuat Walikota geram karena operasional Gojek justru lebih dominan di Solo.

“Kalau mereka ada di Sukoharjo ya operasi di sana saja. Jangan masuk Solo. Kalau ngurus ijin di sana (Sukoharjo) tapi operasinya di sini, itu namanya cari masalah,” tegasnya.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan Gojek terhadap lalu lintas, polusi, serta sosial masyarakat. Ditambah lagi, luas Kota Solo yang hanya sekitar 44,4 KM persegi dirasa tidak membutuhkan adanya ojek online seperti Gojek.

“Kita tidak melarang orang mencari uang. Ojek konvensional yang ada sekarang ini ya sudah itu dulu. Kalau memang kurang baru ditambah, dan itu harus ada kajian. Jangan sembarangan buka layanan Gojek di sini,” kata Rudy.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Solo, Yosca Herman Sudrajad menyatakan penindakan Gojek yang nekat beroperasi sulit dilakukan. Selain itu, wewenang menindak pelanggar aturan berada di tangan Polisi.

“Mau menindak bagaimana? Apa mau ditangkapi satu per satu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge