0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serangan Lalat Membuat Produktifitas Melon Turun Drastis

Ilustrasi melon (google)

Wonogiri — Akibat anomali cuaca, produktifitas melon mengalami penuranan. Dulu, lahan satu hektar bisa menghasilkan belasan ton, kini turun drastis.

“Turun 70 persen, dulu satu hektar menghasilkan 12 ton kini hanya delapan ton saja,” ungkap Ketua Asosiasi Melon Gajah Mungkur, Wonogiri, Wardi, Kamis (13/10).

Dikatakan dia, dengan anomali cuaca ini, tingginya intensitas hujan memicu datangnya lalat buah yang berkembang biak dengan cepat. Sehingga membuat tanaman buah melon membusuk.

Selain lalat buah, ada cacar buah yang menyebabkan buah melon hilang rasa dan warna. Seperti melon Gajah Mungkur yang memiliki ciri khas dagingnya berwarna oranye.

“Walaupun kita harus menambah biaya membeli plastik untuk membungkus buah melon agar terhindar dua penyakit itu, daripada hasil kita merosot,” jelasnya.

Ditambahkan, melon Gajah Mungkur sendiri dijual hingga ke sejumlah kota-kota besar di Pulau Jawa. Harga melon ini lebih stabil dibanding dengan melon jenis lain, setiap satu kilogram dijual dengan harga Rp 8.000.

“Melon-melon yang kualitas super kita kirim ke kota-kota besar, semisal Jakarta di sana dijual di toko- toko retail,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge